Alasan Presiden Prabowo Tunjuk Nanik Jadi Kepala BGN yang Baru

Senin, 08 Juni 2026 | 09:39:48 WIB
Nanik S Deyang Kepala BGN.(Sumber:NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) hari ini, Senin (8/6/2026).

Nanik ditunjuk menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot dari jabatannya bersama dua pimpinan BGN lain.

Pemerintah mengungkap alasan di balik penunjukan Nanik.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyebut Presiden Prabowo menilai Nanik sosok yang tegas dan disiplin, terutama dalam menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kami sajikan kepada seluruh penerima manfaat," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/6/2026).

Menurut Prasetyo, evaluasi yang dilakukan pemerintah selama ini menunjukkan Nanik termasuk salah satu pejabat yang konsisten mengawasi pelaksanaan program MBG agar berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Ia menyebut ketegasan tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama Presiden dalam memilih pimpinan baru BGN di tengah upaya pembenahan lembaga tersebut.

"Dalam evaluasi dan monitoring, beliau salah satu yang cukup, kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas," ujarnya.

Selain menjaga kualitas makanan, Nanik juga dinilai mampu memastikan seluruh proses pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Pemerintah berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat tata kelola BGN yang memegang peran penting dalam program pemenuhan gizi nasional.

"Dengan pengalaman dan karakter kepemimpinan beliau, kami minta untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan di Badan Gizi Nasional," lanjut Prasetyo.

Dalam pelantikan hari ini, Nanik tidak sendiri.

Dua wakil kepala BGN yang baru, yakni Mayjen TNI Trenggono dan Agustina Arumsari, juga akan dilantik bersamaan di Istana Kepresidenan.

Prasetyo menjelaskan ketiganya sebenarnya telah sah menjabat sejak Keputusan Presiden (Keppres) diterbitkan beberapa hari lalu.

Namun pelantikan baru dilaksanakan hari ini karena pemerintah ingin memberi waktu bagi pimpinan baru BGN untuk fokus melakukan konsolidasi internal dan perbaikan program.

"Kalau secara administratif hukum, beliau bertiga sudah sah menjadi pimpinan Badan Gizi Nasional semenjak keputusan Presiden ditetapkan," katanya.

Seperti diketahui, Prabowo sebelumnya mencopot eks Kepala BGN Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, dan eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung.

Sehari setelah pencopotan tersebut, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dan langsung ditahan.

Pergantian pimpinan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memperbaiki tata kelola Program MBG yang belakangan mendapat sorotan, mulai dari persoalan kualitas makanan hingga dugaan penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Terkini