Menlu Sugiono Sambut Kunjungan Resmi Menlu Turkiye di Jakarta

Rabu, 03 Juni 2026 | 13:50:08 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyambut Menlu Turkiye Hakan Fidan yang tiba di Jakarta. (Sumber: NET)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyambut kedatangan Menlu Turkiye Hakan Fidan yang mendarat di Jakarta pada Selasa (2/6) malam guna melakoni agenda kunjungan resmi pada hari Rabu.

Melalui sebuah pernyataan yang disebarluaskan lewat akun media sosial resmi @Menlu_RI pada hari Rabu, Sugiono mengutarakan bahwa Indonesia dan Turkiye merupakan dua buah bangsa yang memiliki ikatan solidaritas kuat dan senantiasa berjuang berdampingan. “Indonesia amat mengapresiasi dukungan teguh serta solidaritas Turkiye dalam membela prinsip-prinsip kami bersama,” kata Menlu RI.

Di dalam unggahan digital yang serupa, dimuat pula dua lembar dokumentasi foto yang mempertontonkan momen Sugiono yang menyongsong secara langsung kehadiran Fidan. 

Kedua pejabat setingkat menteri tersebut terlihat saling melemparkan senyum dan berjabat tangan dengan hangat sesaat setelah Fidan melangkah turun dari badan pesawat milik pemerintah Turkiye.

Hakan Fidan melangsungkan lawatan diplomatik resminya ke wilayah Indonesia pada hari Rabu ini untuk mendiskusikan agenda perluasan jalinan kerja sama bilateral, eskalasi hubungan di sektor perdagangan dan pertahanan, serta merumuskan solusi atas rupa-rupa tantangan keamanan regional maupun global.

Fidan dilaporkan bakal membedah poin-poin strategis demi lebih memperkokoh relasi kemitraan di bermacam-macam sektor kehidupan selaras dengan komitmen politik yang telah dideklarasikan oleh pucuk pimpinan kedua negara. 

Hal tersebut dikonfirmasi berdasarkan keterangan dari sumber internal Kementerian Luar Negeri Turkiye seperti yang diwartakan oleh kantor berita Anadolu pada hari Selasa kemarin.

Ia dikabarkan bakal menitikberatkan krusialnya mengintensifkan kolaborasi di sektor pembangunan infrastruktur, ketahanan energi, moda transportasi, transformasi digital, adopsi kecerdasan buatan, pengembangan teknologi tinggi, hingga ekosistem industri makanan halal guna mendorong lonjakan volume transaksi perdagangan bilateral hingga menyentuh target 10 miliar dolar AS (kisaran Rp178,3 triliun).

Bukan hanya itu saja, Fidan pun dijadwalkan bakal mengevaluasi jalannya proyek-proyek di bidang industri pertahanan yang tengah bergulir saat ini sembari memetakan potensi peluang kerja sama baru lainnya.

Terkait isu yang berkembang di Gaza, Fidan bakal kembali mempertegas posisi bahwa Turkiye bersama Indonesia tetap konsisten menjalin dialog yang intens mengenai dinamika terkini di Palestina serta akan terus mengawal aksi bersama demi mewujudkan perdamaian yang adil sekaligus abadi.

Sepanjang masa kunjungannya di Jakarta, Fidan dikabarkan akan mendiskusikan eskalasi situasi yang melibatkan negara Iran dan kawasan Selat Hormuz, gejolak di Suriah, konflik bersenjata antara Rusia-Ukraina, kondisi di Somalia, Sudan, serta Libya. 

Ia juga akan membahas isu-isu krusial seputar keamanan regional dan global yang cakupannya lebih luas di teritori Asia-Pasifik.

Fidan tercatat paling akhir kali menginjakkan kaki di Indonesia pada bulan Februari 2025 silam yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan resmi Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan. 

Sementara itu, kedua sosok menteri luar negeri tersebut juga diketahui sempat mengadakan pertemuan tatap muka di Ankara pada bulan Januari lalu dalam rangka menyukseskan gelaran Pertemuan Menteri Luar Negeri dan Pertahanan dalam format 2+2 yang perdana antara Indonesia dan Turkiye.

Terkini