Polisi Cari Bukti Valid Kasus Prostitusi Anak di Blok M

Kamis, 21 Mei 2026 | 16:34:47 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.(Sumber:NET)

JAKARTA - Aparat kepolisian sejauh ini belum memperoleh bukti yang kokoh terkait dugaan adanya praktik prostitusi anak yang melibatkan warga negara asing di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

“Sejauh ini masih belum ditemukan informasi yang valid terkait lokasi kejadian, waktu, maupun identitas korban,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (20/5/2026) malam.

Budi menjelaskan bahwa langkah investigasi tengah ditempuh oleh Direktorat Siber menyusul beredarnya sebuah unggahan di media sosial tentang dugaan lokalisasi anak di bawah umur.

Unit Direktorat PPA dan PPO Polda Metro Jaya juga ikut ambil bagian dalam melakukan penelusuran secara mendalam atas kasus ini.

“Direktorat PPA PPO sudah berkoordinasi dengan KPAI, Imigrasi, termasuk kemarin ada kunjungan dari Wakil Menteri PPA,” ujarnya.

Budi menegaskan bahwa kasus-kasus yang menyangkut perempuan dan anak-anak selalu menempati atensi utama bagi jajaran Polda Metro Jaya.

Ia meminta kepada warga masyarakat yang mengantongi petunjuk kuat agar secepatnya membuat laporan resmi melalui saluran pengaduan 110.

“Ini menjadi prioritas utama Polda Metro Jaya untuk didalami. Jika masyarakat memiliki informasi valid yang bisa menjadi dasar penyelidikan, segera hubungi layanan 110 Kepolisian,” tandasnya.

Geger Dugaan Prostitusi Anak di Kawasan Blok M

Sebelumnya, publik sempat dihebohkan oleh sebuah rekaman yang memperlihatkan indikasi adanya praktik prostitusi di Blok M dengan menyeret anak di bawah umur.

“Dugaan prostitusi di Blok M masih dalam pendalaman Direktorat PPA/PPO bersama Direktorat Siber dan Polres Metro Jakarta Selatan,” kata Budi.

Budi menerangkan bahwa indikasi awal mengenai persoalan ini bermula dari kiriman di jagat digital.

Oleh sebab itu, pihak kepolisian meminta masyarakat yang mengetahui adanya praktik melanggar hukum tersebut untuk segera melapor.

Kasus ini mulai mencuat ke publik setelah viralnya unggahan dari salah satu akun media sosial yang memakai bahasa Jepang.

Pada unggahan yang diprediksi diunggah sekitar bulan September sampai November 2025 itu, pemilik akun diduga kuat sedang mencari anak perempuan yang berusia antara 16 hingga 17 tahun.

Dalam salah satu kiriman diungkapkan bahwa anak perempuan tersebut dijumpai di area pinggiran Jakarta dengan bayaran senilai Rp200 ribu.

Sedangkan pada kiriman yang lain dijelaskan mengenai seorang anak perempuan berusia 17 tahun yang diantar oleh muncikari menuju ke sebuah hotel.

Tags

Terkini