JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi memulai langkah sinergi dengan Bank Indonesia (BI) guna meredam tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kebijakan ini diterbitkan sebagai respons atas kondisi rupiah yang terkoreksi hingga menyentuh angka Rp 17.500/USD.
"Kami bisa akan mulai membantu besok (hari ini) mungkin," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa kemarin.
Purbaya memaparkan bahwa skema bantuan untuk menjaga stabilitas mata uang tersebut akan difokuskan pada intervensi di pasar surat berharga atau bond market.
"Dengan masuk ke bond market, itu yang Bond Stabilization Fund (BSF), tetapi belum fund semuanya. Kami aktifkan di instrumen yang kami punya di sini. Besok mulai jalan," ucap Purbaya.
Purbaya menegaskan bahwa kondisi kas negara saat ini sangat mencukupi untuk mendukung aksi BI dalam melakukan intervensi di pasar obligasi.
"Kami akan coba membantu nilai tukar, kami membantu BI lah sedikit-sedikit kalau bisa. Kami masih banyak uang nganggur, kami intervention bond market supaya yield-nya nggak naik terlalu tinggi," ucap Purbaya.
"Kalau yield-nya naik terlalu tinggi artinya apa? Asing yang pegang bond di sini kan ada capital loss, dia akan keluar. Jadi kami kendalikan itu supaya asing nggak keluar, atau masuk malah kalau yield-nya membaik sehingga rupiah akan menguat. Kami akan masuk mulai besok," tambahnya.
Purbaya bahkan melakukan pertemuan mendadak bersama sejumlah pejabat eselon satu di lobby Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, pada Selasa (12/5/26). Pertemuan tersebut ditujukan untuk mematangkan strategi pemerintah dalam membantu otoritas moneter mengelola tekanan terhadap rupiah.
"Iya kira-kira itu," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa kemarin.
Beberapa pejabat yang hadir di lokasi meliputi Sekretaris Jenderal Robert Leonard Marbun, Dirjen PPR Suminto, Dirjen Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, hingga Plh Dirjen Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto. Meskipun detail teknis belum dibuka sepenuhnya ke publik, poin utama langkah ini adalah optimalisasi skema intervensi pada pasar surat berharga.
"Strateginya masih rahasia, kalau dikasih tahu nanti musuh tahu. Tapi kami akan coba melihat apakah kami bisa membantu stabilitas di pasar bond, nanti pelan-pelan ke pasar nilai tukar juga," ucap Purbaya.