PIRU - Masalah jalan rusak lumpuhkan distribusi kelapa di Seram Bagian Barat memicu aksi protes mahasiswa KKN yang menuntut langkah konkret dari pemerintah daerah.
Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan di wilayah tersebut kini menjadi penghalang utama bagi aktivitas ekonomi masyarakat lokal.
Akses transportasi yang tidak memadai membuat para petani kesulitan membawa hasil bumi menuju pasar atau pelabuhan pengiriman.
"Jalan ini adalah urat nadi ekonomi warga, jika dibiarkan rusak maka kesejahteraan petani kelapa akan terus merosot," ujar Koordinator Desa Mahasiswa KKN, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).
Perwakilan mahasiswa berpendapat bahwa keterlambatan perbaikan jalan oleh pemerintah daerah menunjukkan kurangnya prioritas terhadap sektor perkebunan rakyat.
Kerusakan jalan yang merata di beberapa titik strategis memaksa kendaraan pengangkut muatan berat untuk berhenti beroperasi demi menghindari kecelakaan.
Biaya logistik yang membengkak akibat rusaknya jalur darat ini berujung pada penurunan harga jual kelapa di tingkat petani.
Warga berharap aspirasi yang disampaikan oleh kelompok mahasiswa dapat segera mendapatkan respons nyata berupa pengalokasian anggaran perbaikan jalan.
Hingga saat ini, belum ada alat berat yang dikerahkan ke lokasi meskipun desakan dari berbagai elemen masyarakat terus mengalir secara masif.