ICX Himpun Dana Rp 233 Miliar Dari Crowdfunding Hingga 2025

Jumat, 10 April 2026 | 12:21:57 WIB
ICX Himpun Dana Rp 233 Miliar Dari Crowdfunding Hingga 2025

JAKARTA - Perkembangan teknologi finansial telah membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk memperoleh pendanaan di luar jalur konvensional. 

Salah satu model pembiayaan yang terus berkembang di Indonesia adalah securities crowdfunding atau urun dana, yang memungkinkan masyarakat luas ikut berinvestasi pada berbagai proyek bisnis.

Dalam beberapa tahun terakhir, platform urun dana semakin diminati karena memberikan akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha, sekaligus menawarkan peluang investasi alternatif bagi masyarakat. 

Skema ini juga dinilai mampu menjembatani kebutuhan modal bagi bisnis yang tengah berkembang namun belum memiliki akses penuh ke sumber pendanaan tradisional.

Seiring dengan meningkatnya minat terhadap skema investasi ini, sejumlah platform crowdfunding di Indonesia mencatatkan perkembangan yang cukup signifikan. Salah satunya adalah PT ICX Bangun Indonesia (ICX) yang berhasil menghimpun dana dalam jumlah besar sejak mulai beroperasi.

Perusahaan tersebut mencatatkan capaian penghimpunan dana ratusan miliar rupiah dari ribuan investor yang berpartisipasi melalui platform mereka. Capaian ini menunjukkan bahwa skema urun dana semakin mendapat tempat dalam ekosistem pembiayaan alternatif di Indonesia.

Perkembangan Penghimpunan Dana ICX

Perusahaan securities crowdfunding atau urun dana PT ICX Bangun Indonesia (ICX) mencatatkan total dana yang telah dihimpun sejak berdiri pada 2019 hingga akhir 2025 sebesar Rp 233 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dalam industri pembiayaan berbasis digital. Melalui platform yang dikembangkan, ICX berhasil mempertemukan pelaku usaha yang membutuhkan pendanaan dengan investor yang mencari peluang investasi.

Direktur Operasional ICX Gunawan Aldy menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat puluhan penerbit yang aktif memanfaatkan platform tersebut untuk memperoleh pembiayaan.

"Adapun secara rinci, jumlah penerbit aktif 46 penerbit. Adapun total pemodal aktif mencapai 24.538," ucapnya kepada Kontan, Kamis (9/4/2026).

Jumlah investor yang cukup besar tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap skema investasi berbasis crowdfunding. Dengan dukungan teknologi digital, proses investasi menjadi lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan.

Aktivitas Pendanaan Memasuki Fase Konsolidasi

Memasuki tahun 2026, aktivitas pendanaan di platform ICX menunjukkan dinamika yang berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan menyatakan bahwa aktivitas pendanaan masih berada dalam fase konsolidasi.

Dalam periode tersebut, ICX belum melakukan penerbitan proyek baru di platformnya. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan sedang melakukan penyesuaian strategi sebelum melanjutkan ekspansi pendanaan.

Meskipun belum ada penerbitan baru, sejumlah aktivitas tetap berlangsung dalam ekosistem investasi ICX. Salah satunya adalah proses buyback yang dilakukan oleh beberapa penerbit.

Gunawan menyampaikan bahwa pada kuartal pertama 2026 terdapat sepuluh penerbit yang telah melakukan buyback dengan nilai mencapai Rp 41,29 miliar. Selain itu, terdapat satu penerbit yang memutuskan untuk melakukan delisting dari platform.

"Adapun 11 penerbit diperkirakan akan melakukan buyback dengan total nominal Rp 41,7 miliar sepanjang 2026," tuturnya.

Proses buyback tersebut merupakan bagian dari siklus investasi yang lazim dalam skema securities crowdfunding. Melalui mekanisme ini, penerbit dapat membeli kembali efek yang sebelumnya diterbitkan kepada investor.

Faktor Pasar Dan Strategi Selektif Perusahaan

Gunawan menjelaskan bahwa aktivitas pendanaan pada tahun 2026 diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, kondisi tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh turunnya permintaan dari investor atau penerbit.

Menurutnya, penurunan aktivitas lebih dipengaruhi oleh pendekatan perusahaan yang kini menerapkan proses seleksi lebih ketat terhadap calon penerbit yang ingin menghimpun dana melalui platform ICX.

Perusahaan memilih untuk lebih berhati-hati dalam melakukan kurasi proyek agar kualitas penerbit yang masuk tetap terjaga. Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap proyek yang ditawarkan memiliki prospek bisnis yang jelas dan berkelanjutan.

Selain faktor internal perusahaan, kondisi pasar global juga turut memengaruhi dinamika pendanaan di sektor ini. Ketidakpastian ekonomi global serta tekanan likuiditas membuat banyak pelaku pasar bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

"Selain itu, kondisi pasar yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global dan tekanan likuiditas juga membuat kami mengambil sikap wait and see," katanya.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar perusahaan dapat menjaga stabilitas platform sekaligus melindungi kepentingan investor yang berpartisipasi.

Strategi Pengembangan Dan Rencana Ke Depan

Ke depan, ICX menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan bisnisnya di industri securities crowdfunding. Salah satu fokus utama perusahaan adalah meningkatkan kualitas pipeline penerbit yang akan menghimpun dana melalui platform.

Gunawan menjelaskan bahwa ICX akan memprioritaskan bisnis yang memiliki fundamental kuat serta arus kas yang jelas. Dengan demikian, proyek yang ditawarkan kepada investor diharapkan memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih tinggi.

Selain itu, perusahaan juga berupaya meningkatkan kepercayaan investor melalui transparansi informasi serta rekam jejak kinerja penerbit. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga kredibilitas platform di tengah persaingan industri yang semakin berkembang.

ICX juga tengah mempersiapkan langkah strategis terkait pengembangan perizinan. Perusahaan berencana melakukan transisi dan perluasan izin menuju skema Securities Crowdfunding agar dapat menghadirkan variasi instrumen investasi yang lebih luas.

"Kami juga mempersiapkan transisi dan perluasan izin ke Securities Crowdfunding agar dapat memperluas variasi instrumen dan basis investor. Pendekatan itu kami ambil agar pertumbuhan yang terjadi ke depan lebih sehat dan berkelanjutan, bukan sekadar ekspansi jangka pendek," ujar Gunawan.

Melalui berbagai langkah tersebut, ICX berharap dapat terus berkontribusi dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha sekaligus menyediakan peluang investasi alternatif bagi masyarakat.

Ke depan, perusahaan juga menargetkan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dengan menyeimbangkan ekspansi bisnis dan kualitas proyek yang ditawarkan kepada investor. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat posisi ICX dalam industri securities crowdfunding yang semakin berkembang di Indonesia.

Terkini