JAKARTA - Pemenuhan gizi seimbang menjadi faktor utama dalam mendukung kesehatan anak sejak dini.
Makanan padat gizi yang mencakup karbohidrat, protein, sayur, serta vitamin dan mineral perlu diberikan secara teratur. Asupan ini berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan perkembangan kognitif anak.
Dietisien Maulina Juwita Ardiana menjelaskan pentingnya pemenuhan nutrisi tersebut. “Kekurangan asupan zat gizi jangka panjang pada anak terbukti secara ilmiah meningkatkan risiko penyakit infeksi karena lemahnya sistem imun, terhambatnya perkembangan motorik dan kognitif anak, penurunan performa di sekolah, hingga meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular ketika dewasa,” jelasnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa gizi seimbang bukan hanya kebutuhan jangka pendek. Dampaknya dapat dirasakan hingga anak tumbuh dewasa. Oleh karena itu, orang tua perlu lebih memperhatikan pola makan anak.
Kebiasaan Pemberian Makanan yang Perlu Diperhatikan
Masalah yang sering terjadi adalah pemberian makanan tanpa memperhatikan kandungan gizinya. Banyak orang tua hanya fokus agar anak mau makan tanpa mempertimbangkan nilai nutrisi. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan anak dalam jangka panjang.
Makanan instan dan cepat saji sering menjadi pilihan praktis. Padahal, jenis makanan ini tinggi kalori dan lemak jahat tetapi rendah vitamin dan mineral. Kebiasaan ini dapat mengurangi kualitas asupan gizi anak.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk lebih selektif dalam memilih makanan. Asupan gizi harus seimbang dan beragam. Pendekatan ini membantu memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi.
Peran Protein dalam Pertumbuhan Anak
Protein merupakan zat gizi penting dalam masa pertumbuhan anak. Nutrisi ini membantu pembentukan jaringan tubuh dan perkembangan fisik. Kebutuhan protein anak meningkat seiring usia, berat badan, dan aktivitas fisik.
“Kebutuhan protein anak meningkat seiring bertambahnya usia, berat badan, dan aktivitas fisik yang pastinya tidak dapat disamaratakan sehingga ada baiknya untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan ahli gizi atau dokter anak,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan pentingnya pendekatan individual dalam pemenuhan gizi anak.
Sumber protein dapat berasal dari berbagai bahan makanan. Ayam, ikan, telur, daging, serta kacang-kacangan menjadi pilihan yang baik. Selain itu, produk susu juga dapat menjadi tambahan sumber protein.
Konsumsi Sayur, Buah, dan Susu yang Tepat
Sayur dan buah memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral. Anak usia sekolah dianjurkan mengonsumsi sayur sekitar 200 hingga 250 gram per hari. Sementara itu, konsumsi buah dianjurkan sekitar 100 hingga 150 gram per hari.
Untuk anak balita, porsi sayur dan buah diberikan secara bertahap. Tujuannya agar anak terbiasa mengonsumsi makanan sehat sejak dini. Kebiasaan ini akan membantu membentuk pola makan yang baik di masa depan.
Jika kebutuhan nutrisi belum terpenuhi dari makanan padat, susu dapat menjadi tambahan. Konsumsi susu disarankan sesuai usia anak. Nutrisi seperti kalsium, magnesium, dan vitamin D dalam susu sangat baik untuk pertumbuhan.
Cara Mengolah Makanan agar Nutrisi Tetap Terjaga
Proses memasak memengaruhi kandungan nutrisi dalam makanan. Metode mengukus menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga vitamin tetap utuh. Teknik ini membantu meminimalkan kehilangan vitamin yang larut dalam air.
Selain itu, merebus juga dapat digunakan dengan catatan air rebusan tidak dibuang. Air tersebut masih mengandung vitamin yang bermanfaat bagi tubuh. Dengan cara ini, nilai gizi makanan tetap terjaga.
Sebaliknya, menggoreng dengan minyak banyak dan suhu tinggi dapat merusak nutrisi. Proses ini dapat mengurangi kandungan vitamin dan mineral dalam makanan. Oleh karena itu, pemilihan metode memasak menjadi hal penting dalam menjaga kualitas gizi.