Direksi CIMB Niaga Kompak Borong Saham BNGA Lewat Program MRT

Senin, 06 April 2026 | 15:43:45 WIB
Direksi CIMB Niaga Kompak Borong Saham BNGA Lewat Program MRT

JAKARTA - Pergerakan saham perusahaan perbankan sering kali tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen pasar, tetapi juga oleh langkah strategis yang dilakukan oleh manajemen perusahaan itu sendiri.

Salah satu indikator yang kerap menjadi perhatian investor adalah aksi pembelian saham oleh jajaran direksi. Langkah ini biasanya dipandang sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Fenomena tersebut juga terlihat pada saham BNGA, ketika sejumlah anggota direksi perusahaan melakukan penambahan kepemilikan saham secara bersamaan. Aksi korporasi ini menjadi sorotan karena hampir seluruh jajaran direksi mengambil bagian dalam transaksi tersebut.

Bank yang berada di bawah naungan PT Bank CIMB Niaga Tbk itu diketahui melaksanakan transaksi yang berkaitan dengan program internal perusahaan. Langkah ini sekaligus menunjukkan keterlibatan langsung manajemen dalam kepemilikan saham perusahaan yang mereka kelola.

Direksi Kompak Menambah Kepemilikan Saham

Hampir seluruh jajaran lengkap direksi PT Bank CIMB Niaga Tbk terpantau kompak menambah kepemilikannya di saham tempat mereka menjabat.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin, sembilan direksi CIMB Niaga tercatat menambah kepemilikan sahamnya pada 31 Maret 2026.

Kesembilan direksi tersebut memperoleh tambahan saham pada harga Rp1.765 per saham. Posisi harga ini diketahui mencerminkan koreksi tipis sebesar 0,28% sejak awal tahun atau year to date.

Dalam laporan yang disampaikan kepada bursa, tujuan dari transaksi tersebut disebut sebagai implementasi program MRT atau management retention.

Program ini umumnya dirancang perusahaan untuk menjaga keterikatan manajemen terhadap perusahaan melalui kepemilikan saham. Dengan memiliki saham perusahaan, para eksekutif diharapkan memiliki kepentingan yang selaras dengan pemegang saham lainnya.

Satu Direksi Tidak Ikut Dalam Transaksi

Dari sepuluh jajaran direksi CIMB Niaga yang ada saat ini, hanya satu orang yang tidak tercatat ikut menambah kepemilikan saham dalam transaksi tersebut.

Direktur Operations, Technology, Analytics and AI Rico Usthavia Frans menjadi satu-satunya anggota direksi yang tidak terlibat dalam aksi penambahan saham tersebut.

Sementara itu, anggota direksi lainnya tercatat memperoleh tambahan saham dengan jumlah yang relatif seragam.

Transaksi tersebut menjadi bagian dari program internal perusahaan sehingga dilakukan secara bersamaan oleh sebagian besar jajaran direksi.

Langkah kolektif ini menunjukkan keterlibatan langsung para eksekutif dalam kepemilikan saham perusahaan yang mereka kelola.

Rincian Penambahan Saham Para Direksi

Presiden Direktur Lani Darmawan tercatat menambah kepemilikan sebanyak 12.000 unit saham. Dengan tambahan tersebut, total kepemilikan sahamnya kini mencapai 2,03 juta unit saham atau setara 0,01% hak suara.

Melalui transaksi tersebut, nilai saham yang diterima Lani tercatat mencapai Rp21,18 juta.

Direktur Strategy, Finance & SPAPM Lee Kai Kwong memperoleh tambahan 8.000 unit saham dengan nilai sekitar Rp14,12 juta. Dengan demikian, total kepemilikan sahamnya kini menjadi 921.900 unit saham atau setara 0,00% hak suara.

Direktur Treasury & Capital Markets John Simon juga menerima tambahan 8.000 unit saham senilai Rp14,12 juta. Setelah transaksi tersebut, total kepemilikannya menjadi 1,26 juta unit saham.

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal Fransiska Oei memperoleh tambahan 8.000 unit saham atau setara Rp14,12 juta. Dengan tambahan tersebut, total kepemilikannya menjadi 1,16 juta unit saham.

Direktur Sharia Banking Pandji P Djajanegara juga mendapatkan tambahan 8.000 unit saham dengan nilai sekitar Rp14,12 juta. Setelah transaksi tersebut, total kepemilikan sahamnya menjadi 913.726 unit saham.

Direktur Risk Management Henky Sulistyo memperoleh tambahan 8.000 unit saham dengan nilai Rp14,12 juta sehingga total kepemilikan sahamnya kini mencapai 312.300 unit.

Direktur Human Resources Joni Raini juga mendapat tambahan 8.000 unit saham dengan nilai Rp14,12 juta. Setelah transaksi tersebut, total kepemilikan sahamnya menjadi 434.901 unit saham.

Direktur Banking Business Rusly Johannes memperoleh tambahan 8.000 unit saham senilai Rp14,12 juta. Dengan tambahan ini, total kepemilikannya menjadi 1,06 juta unit saham.

Direktur Consumer Banking Noviady Wahyudi juga menerima tambahan 8.000 unit saham dengan nilai Rp14,12 juta sehingga total kepemilikan sahamnya menjadi 178.500 unit saham.

Pergerakan Harga Saham BNGA Di Pasar

Di tengah aksi pembelian saham oleh jajaran direksi, pergerakan harga saham BNGA di pasar juga menjadi perhatian investor. Pada perdagangan Senin, saham BNGA dibuka pada level Rp1.805 per saham.

Seiring berlangsungnya perdagangan, harga saham tersebut kemudian bergerak tipis dan ditutup pada level Rp1.800 per saham pada akhir sesi pertama.

Dalam periode satu pekan terakhir, harga saham BNGA tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,98%. Pergerakan ini menunjukkan bahwa saham bank tersebut masih berada dalam tren yang relatif stabil di pasar.

Aksi pembelian saham oleh jajaran direksi melalui program manajemen ini menjadi salah satu faktor yang sering diperhatikan investor sebagai indikator optimisme internal terhadap prospek perusahaan.

Dengan kepemilikan saham yang semakin besar di tangan manajemen, keterkaitan antara kepentingan direksi dan pemegang saham juga diharapkan menjadi semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan ke depan.

Terkini