Laba MSIN Melonjak Pendapatan Tumbuh Dual Listing Dikebut

Senin, 06 April 2026 | 13:12:42 WIB
Laba MSIN Melonjak Pendapatan Tumbuh Dual Listing Dikebut

JAKARTA - Transformasi industri hiburan digital yang semakin cepat membawa dampak signifikan bagi para pelaku usaha di sektor ini.

Perubahan perilaku konsumsi masyarakat, terutama dalam menikmati konten melalui platform digital, mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dan memperluas ekosistem bisnisnya. 

Di tengah dinamika tersebut, MNC Digital Entertainment (MSIN) justru mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang impresif sepanjang tahun 2025.

Dengan strategi yang terfokus pada penguatan konten, monetisasi digital, serta ekspansi platform, perseroan berhasil menciptakan lonjakan laba yang signifikan. 

Tidak hanya itu, MSIN juga mulai melangkah lebih jauh dengan rencana ekspansi ke pasar global melalui dual listing, sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi di industri hiburan digital internasional.

Berikut ulasan lengkap mengenai kinerja dan strategi MSIN.

Kinerja Pendapatan Dan Laba Bersih Menguat Tajam

Sepanjang tahun 2025, MNC Digital Entertainment (MSIN) mencatat total pendapatan sebesar Rp3,83 triliun. Angka tersebut meningkat 18 persen dibandingkan periode 2024 yang sebesar Rp3,24 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh perluasan berkelanjutan ekosistem digital yang dimiliki perseroan.

Kinerja kuat ini mencerminkan kemampuan MSIN dalam memanfaatkan pustaka konten secara optimal, meningkatkan engagement audiens di seluruh platform, serta membuka berbagai sumber monetisasi baru dalam ekosistem hiburan digital yang terintegrasi.

Pendapatan dari konten, IP, dan sumber lainnya mencapai Rp2,17 triliun, melonjak 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,67 triliun. 

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas produksi konten, termasuk serial drama premium, konten orisinal, serta micro drama yang semakin diminati pasar.

Di sisi lain, laba bersih perseroan mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 140 persen menjadi Rp985 miliar, dibandingkan Rp410,8 miliar pada tahun sebelumnya. Margin laba bersih pun meningkat menjadi 26 persen dari sebelumnya 13 persen, menunjukkan efisiensi operasional yang semakin baik.

Peran Konten Digital Dalam Mendorong Pertumbuhan

Pertumbuhan bisnis MSIN tidak lepas dari peran penting konten digital sebagai pilar utama. Permintaan terhadap lisensi dan sindikasi konten meningkat, baik di pasar domestik maupun internasional. Hal ini memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan perseroan.

Selain itu, bisnis agensi media dan artis turut memperkuat ekosistem, seiring dengan perkembangan jaringan multi-channel network (MCN). Segmen ini mampu menangkap tarif CPM internasional yang lebih tinggi melalui ekspansi audiens global.

Pendapatan iklan online tercatat sebesar Rp856,9 miliar, meningkat 2 persen dari Rp836,7 miliar pada tahun sebelumnya. Pendapatan ini berasal dari penempatan iklan di platform AVOD OTT milik MSIN, RCTI+, yang terus menarik audiens digital dalam jumlah besar.

Kinerja stabil tersebut mencerminkan tingginya permintaan terhadap iklan video digital yang lebih terarah dan berbasis data. Platform ini mampu memberikan solusi periklanan yang terukur dan berdampak tinggi bagi para pengiklan.

Pertumbuhan Platform Streaming Dan Basis Pelanggan

Selain iklan, segmen langganan juga menjadi kontributor penting bagi pertumbuhan MSIN. Pendapatan dari layanan ini mencapai Rp869,2 miliar, meningkat 18 persen dibandingkan Rp735,5 miliar pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspansi platform SVOD OTT Vision+, yang mengalami peningkatan jumlah pelanggan dari 2,85 juta pada 2024 menjadi 4,9 juta pada 2025. Lonjakan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan streaming berbasis langganan.

Popularitas konten orisinal dan micro drama menjadi faktor utama dalam menarik pengguna baru sekaligus mempertahankan pelanggan lama. Selain itu, kehadiran program olahraga eksklusif serta kerja sama bundling dengan operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet turut memperluas jangkauan platform.

Dari sisi biaya, beban langsung meningkat menjadi Rp2,6 triliun, naik 23 persen dibandingkan Rp2,11 triliun pada 2024. Peningkatan ini disebabkan oleh tingginya investasi dalam produksi konten premium serta pengembangan format micro drama yang semakin diminati.

Meski demikian, laba kotor tetap tumbuh menjadi Rp1,1 triliun atau meningkat 9 persen dari Rp1,01 triliun. Sementara itu, EBITDA mencapai Rp1,04 triliun, naik 33 persen dari Rp779 miliar, dengan margin EBITDA meningkat menjadi 27 persen dari sebelumnya 24 persen.

Strategi Ekspansi Global Dan Rencana Dual Listing

Kinerja solid yang dicapai sepanjang 2025 menjadi landasan kuat bagi MSIN untuk melangkah ke tahap berikutnya, yaitu ekspansi global. Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah rencana dual listing di bursa internasional.

Langkah ini bertujuan untuk memperluas basis investor global sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai pemain utama di industri hiburan digital. Dengan masuk ke pasar internasional, MSIN diharapkan dapat meningkatkan visibilitas serta daya saing di tingkat global.

Direktur Utama MNC Digital, Angela Tanoesoedibjo, menegaskan bahwa perusahaan akan terus fokus pada pengembangan konten premium dan integrasi ekosistem digital.

“Kami fokus meningkatkan produksi konten premium, memperkuat ekosistem streaming melalui integrasi RCTI+ dan Vision+, sekaligus berekspansi secara internasional melalui peluncuran V+ Short. Saat bersamaan, rencana kami melakukan dual listing bursa internasional dalam memperluas basis investor global, dan memperkuat posisi sebagai perusahaan hiburan digital terkemuka dengan jangkauan internasional terus berkembang,” tegas Angela.

Secara keseluruhan, kinerja MSIN mencerminkan kekuatan ekosistem digital yang terintegrasi dengan baik. Dengan strategi yang adaptif dan inovatif, perseroan berada dalam posisi yang kuat untuk mempertahankan pertumbuhan serta menangkap peluang di pasar global.

Terkini