Laba FORE Melonjak Didukung Ekspansi Gerai Dan Inovasi Bisnis

Senin, 06 April 2026 | 11:54:50 WIB
Laba FORE Melonjak Didukung Ekspansi Gerai Dan Inovasi Bisnis

JAKARTA - Di tengah persaingan industri food and beverage yang semakin ketat, hanya pelaku usaha yang mampu berinovasi secara konsisten yang dapat mempertahankan pertumbuhan bisnisnya.

Perubahan selera konsumen, ekspansi agresif, serta pemanfaatan momentum pasar menjadi kunci utama dalam memenangkan kompetisi. Dalam lanskap ini, Fore Kopi Indonesia (FORE) menunjukkan performa yang mencuri perhatian lewat peningkatan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang periode terbaru.

Perusahaan yang menaungi merek Fore Coffee dan Fore Donut ini tidak hanya mengandalkan penjualan semata, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis melalui strategi ekspansi dan diversifikasi produk. Hasilnya, pertumbuhan laba dan pendapatan yang dicatatkan menjadi bukti bahwa langkah strategis tersebut berjalan efektif.

Kinerja Keuangan Melonjak Didukung Ekspansi

Fore Kopi Indonesia (FORE), induk usaha merek Fore Coffee dan Fore Donut, mencatat laba bersih Rp90,13 miliar. Mananjak 55 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp58,22 miliar. EBITDA melonjak 58 persen menjadi Rp300 miliar dari posisi sama akhir 2024 senilai Rp190 miliar.

Selain didorong ekspansi margin EBITDA menjadi 20 persen dari sebelumnya 18,3 persen, pertumbuhan juga dipicu lonjakan pendapatan 44 persen menjadi Rp1,5 triliun, dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,04 triliun. 

Kinerja keuangan kuat itu, didukung ekspansi strategis Fore Coffee Indonesia menambah lebih dari 90 gerai baru sepanjang 2025.

Langkah ekspansi ini menjadi salah satu faktor kunci yang mendorong peningkatan kinerja perusahaan. Dengan memperluas jaringan gerai, FORE mampu menjangkau lebih banyak konsumen sekaligus meningkatkan volume penjualan secara signifikan.

Pemanfaatan Dana IPO Dan Pertumbuhan Gerai

Tercatat, lebih dari 60 gerai di antaranya didirikan setelah intial pubbli offering (IPO) bulan April, memenuhi komitmen manajemen kepada pemegang saham soal penggunaan strategis dana hasil IPO. 

Hingga akhir 2025, jaringan Fore Coffee Indonesia tumbuh 37 persen, dengan total 316 gerai aktif dibanding edisi 2024 teratat 231 gerai.

Ekspansi pasca-IPO ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu merealisasikan rencana bisnis yang telah disusun sebelumnya. Penggunaan dana IPO secara strategis menjadi bukti komitmen manajemen dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

Pertumbuhan jumlah gerai yang signifikan juga memperkuat posisi FORE di pasar, sekaligus meningkatkan visibilitas merek di berbagai wilayah. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan jangka panjang.

Diversifikasi Bisnis Lewat Fore Donut

Perusahaan mencapai tonggak sejarah penting dengan meluncurkan dua gerai Fore Donut pertama di Supermall Karawaci, Tangerang, dan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Menyusul sambutan pasar hangat, momentum brand itu, berlanjut hingga Maret 2026 dengan pembukaan outlet ke-7 di Epiwalk, Jakarta Selatan.

Keberhasilan diversifikasi itu, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengeksekusi inisiatif pertumbuhan organik, dan merambah segmen pasar baru. Hasil itu klaim manajemen merefleksikan komitmen terhadap keunggulan operasional, dan ketangkasan dalam merespons permintaan pasar.

Dengan hadirnya lini bisnis baru ini, FORE tidak hanya mengandalkan satu sumber pendapatan. Diversifikasi menjadi strategi penting untuk mengurangi risiko sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sektor yang masih relevan dengan bisnis inti.

Selain itu, pengembangan Fore Donut juga memperkuat ekosistem brand yang dimiliki perusahaan. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan produk dalam satu jaringan yang sama.

Komitmen Inovasi Dan Penciptaan Nilai Berkelanjutan

Dengan mengintegrasikan 90+ gerai baru dalam ekosistem, Fore Indonesia tidak hanya memperluas jejak kehadiran tetapi juga memperkuat ekuitas merek.

”So, kami tetap fokus untuk menghadirkan pengalaman kopi premium terjangkau sambil memastikan setiap rupiah dari modal IPO kami menghasilkan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” tegas Vico Lomar, Presiden Direktur Fore Kopi Indonesia.

Willson Cuaca, Presiden Komisaris, menambahkan sangat apresiatif, dan merasa puas dengan eksekusi manajemen terhadap peta jalan pasca-IPO. Kemampuan untuk meluncurkan Fore Donut yang sukses secara luas membuktikan mesin inovasi tim FORE berjalan dengan baik. 

”Kami optimistis akan kemampuan kami untuk mempertahankan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” ucapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa inovasi menjadi pilar utama dalam strategi bisnis FORE. Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jangka pendek, perusahaan juga menargetkan keberlanjutan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dengan kombinasi ekspansi agresif, diversifikasi produk, dan pengelolaan keuangan yang solid, FORE berada pada jalur yang tepat untuk terus berkembang di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.

Terkini