Jawa Timur Perkuat Kerja Sama Wisata Religi Budaya Dengan Uzbekistan

Senin, 06 April 2026 | 09:09:02 WIB
Jawa Timur Perkuat Kerja Sama Wisata Religi Budaya Dengan Uzbekistan

JAKARTA - Upaya memperluas kerja sama internasional terus dilakukan pemerintah daerah untuk membuka peluang baru di berbagai sektor.

Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh adalah mempererat hubungan dengan negara sahabat melalui pendekatan budaya dan wisata religi. Inisiatif ini dinilai tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperkaya pertukaran nilai sejarah dan spiritual antarbangsa.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat kerja sama bilateral dengan Uzbekistan di sektor budaya dan wisata religi guna mendorong konektivitas, ziarah, dan pertukaran budaya. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua wilayah.

Pertemuan Delegasi Jadi Tonggak Kerja Sama

Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan kunjungan resmi sejumlah pejabat Uzbekistan ke Jawa Timur. Delegasi yang hadir antara lain Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Boboev, serta Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov.

Pertemuan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dan menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut juga melibatkan unsur ulama dan akademisi dari kedua pihak.

“Delegasi Uzbekistan hadir lengkap, termasuk imam Masjid Imam Bukhari dan akademisi. Kami juga mengundang alim ulama dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur,” katanya.

Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan bahwa kerja sama yang dibangun tidak hanya bersifat formal, tetapi juga mencakup aspek sosial, budaya, dan keagamaan.

Kedekatan Historis Jadi Dasar Pengembangan

Khofifah menekankan bahwa Jawa Timur dan Samarkand memiliki kedekatan historis dan spiritual yang kuat. Keterkaitan ini terutama berkaitan dengan peran ulama besar dalam sejarah perkembangan Islam.

Menurutnya, hubungan tersebut dapat menjadi fondasi dalam mengembangkan wisata religi yang lebih terarah dan berkelanjutan. Salah satu potensi yang disoroti adalah ziarah ke makam Imam Bukhari di Uzbekistan.

“Ini berpotensi menjadi daya tarik baru bagi masyarakat Jawa Timur untuk wisata religi,” ujarnya.

Selain itu, Khofifah juga menyebut keterkaitan historis dapat ditelusuri melalui tokoh-tokoh penyebar Islam di Nusantara seperti Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim yang memiliki hubungan dengan wilayah Samarkand.

Keterhubungan ini menjadi nilai tambah yang dapat memperkuat daya tarik wisata religi sekaligus memperdalam pemahaman sejarah bagi masyarakat.

Langkah Konkret Perluas Konektivitas Dan Pariwisata

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai melibatkan pelaku industri pariwisata, termasuk agen perjalanan, untuk menjajaki peluang kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Samarkand.

Langkah ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan religi maupun wisata budaya ke Uzbekistan. Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan konektivitas transportasi sebagai faktor pendukung utama.

Salah satu upaya yang tengah dijajaki adalah peluang pembukaan rute penerbangan langsung dari Indonesia menuju Samarkand atau Tashkent. Dengan adanya akses transportasi yang lebih mudah, diharapkan minat masyarakat untuk berkunjung akan meningkat.

“Penguatan konektivitas ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarmasyarakat, khususnya dalam pengembangan wisata religi dan pertukaran budaya,” katanya.

Pengembangan konektivitas ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan aktivitas perdagangan dan jasa.

Harapan Kerja Sama Berkelanjutan Dan Saling Menguntungkan

Khofifah menegaskan pentingnya tindak lanjut konkret agar kerja sama yang telah dibangun tidak berhenti pada tahap pertemuan semata. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak dalam jangka panjang.

Sementara itu, Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Ia menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan hubungan antara Samarkand dan Jawa Timur di berbagai sektor.

“Kami ingin mengembangkan kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan bersama Jawa Timur,” katanya.

Boboev juga mengundang masyarakat Jawa Timur untuk berkunjung dan berziarah ke Uzbekistan, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antarmasyarakat.

Kolaborasi lintas negara ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi budaya dan sejarah yang dimiliki, kedua wilayah memiliki peluang besar untuk berkembang bersama.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, kerja sama ini diyakini mampu memberikan dampak positif, tidak hanya dalam sektor pariwisata, tetapi juga dalam memperkuat hubungan persahabatan antarbangsa.

Terkini