JAKARTA - Tradisi mudik Lebaran selalu diiringi dengan mobilitas masyarakat yang meningkat secara signifikan. Jutaan orang melakukan perjalanan jauh untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya Idulfitri.
Dalam situasi tersebut, berbagai risiko perjalanan juga ikut menjadi perhatian, mulai dari kecelakaan hingga kehilangan barang selama perjalanan.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial selama perjalanan kini mulai meningkat. Tidak sedikit pemudik yang mulai mempertimbangkan asuransi perjalanan sebagai bentuk perlindungan tambahan saat melakukan perjalanan jarak jauh. Kondisi ini membuat permintaan terhadap produk asuransi perjalanan cenderung mengalami peningkatan setiap kali memasuki musim mudik.
Fenomena tersebut juga diamati oleh PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) atau Tugu Insurance. Perusahaan melihat adanya tren peningkatan permintaan polis asuransi perjalanan menjelang periode mudik Lebaran tahun ini.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) atau Tugu Insurance melihat peningkatan permintaan polis asuransi perjalanan menjelang periode mudik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026. Direktur Pemasaran Asuransi Tugu Insurance Ery Widiyatmoko menilai hal itu terjadi karena saat ini masyarakat semakin memandang asuransi sebagai kebutuhan proteksi yang relevan untuk menjaga keamanan finansial.
“Jadi, berdasarkan tren yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, menjelang periode mudik Hari Raya Idulfitri, permintaan terhadap polis asuransi perjalanan memang menunjukkan peningkatan,” ucapnya.
Tren Permintaan Asuransi Perjalanan Menjelang Mudik
Meningkatnya permintaan terhadap asuransi perjalanan menjelang Lebaran bukanlah fenomena baru. Dalam beberapa tahun terakhir, tren ini terus terlihat seiring dengan semakin tingginya mobilitas masyarakat saat musim mudik.
Perjalanan jarak jauh dengan berbagai moda transportasi membuat masyarakat lebih mempertimbangkan faktor keamanan dan perlindungan finansial. Risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan membuat sebagian pemudik memilih untuk melengkapi rencana perjalanan mereka dengan perlindungan asuransi.
Menurut Ery Widiyatmoko, tren ini menjadi indikator bahwa masyarakat mulai melihat asuransi bukan sekadar produk tambahan, tetapi sebagai kebutuhan yang relevan untuk menghadapi berbagai kemungkinan risiko selama perjalanan.
Kesadaran tersebut turut mendorong perusahaan asuransi untuk menghadirkan berbagai produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat musim mudik.
Strategi Tugu Insurance Perluas Pasar
Melihat peluang tersebut, Tugu Insurance menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan penetrasi pasar sekaligus mendorong pertumbuhan premi dari produk asuransi perjalanan.
Oleh karena itu, lanjutnya, Tugu Insurance menerapkan beberapa strategi guna mendongkrak penetrasi pasar dan pendapatan premi dari asuransi perjalanan.
Ery mengungkapkan strategi itu mencakup pemanfaatan multi-saluran dengan mengintegrasikan teknologi. Kemudian, perusahaan juga terus mengembangkan saluran distribusi dan layanan digital, penguatan saluran distribusi baru, dan melakukan sinergi strategis.
Upaya tersebut dilakukan agar produk asuransi perjalanan dapat diakses dengan lebih mudah oleh masyarakat yang membutuhkan perlindungan selama melakukan perjalanan mudik.
Meski demikian, perusahaan mengakui bahwa kontribusi dari lini bisnis asuransi perjalanan masih relatif kecil jika dibandingkan dengan lini bisnis utama lainnya.
“Meski pertumbuhan asuransi perjalanan cukup signifikan, tetapi kontribusi lini bisnis ini terhadap total portofolio yang dimiliki perusahaan masih relatif terbatas bila dibandingkan dengan lini bisnis utama lainnya. Namun, segmen ini memiliki potensi jangka panjang yang strategis,” jelasnya.
Cakupan Perlindungan Produk Asuransi Mudik
Tugu Insurance juga menyediakan produk khusus untuk melindungi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran. Produk tersebut dikenal dengan nama t mudik yang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko perjalanan.
Dia turut merincikan cakupan risiko yang ditanggung produk asuransi perjalanan khusus libur Lebaran yang bernama t mudik. Produk ini memberikan jaminan atas risiko meninggal dunia, cacat tetap, dan biaya pengobatan yang timbul akibat kecelakaan.
Selain perlindungan terhadap risiko kecelakaan, produk tersebut juga mencakup perlindungan terhadap berbagai kemungkinan lain yang dapat terjadi selama perjalanan mudik.
“Selain itu, produk ini juga dapat melindungi kehilangan atau kerusakan barang bawaan selama perjalanan mudik, dan perlindungan terhadap tempat tinggal yang ditinggalkan selama mudik, apabila mengalami kebongkaran atau kebakaran,” bebernya.
Dengan cakupan perlindungan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melakukan perjalanan mudik dengan rasa lebih aman dan tenang.
Kinerja Premi Asuransi Perjalanan Terus Meningkat
Selain meningkatnya permintaan menjelang musim mudik, Tugu Insurance juga mencatat pertumbuhan yang signifikan dari kinerja premi asuransi perjalanan dalam beberapa waktu terakhir.
Lebih jauh, Ery menyebut secara keseluruhan pendapatan kontribusi premi asuransi perjalanan, yang dikenal dengan nama t travella, sepanjang 2025 meningkat hingga 100% (year on year/YoY).
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap produk asuransi perjalanan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dia menambahkan, hingga akhir Februari 2026, kontribusi premi asuransi perjalanan itu juga mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, yakni tumbuh lebih dari 100% (YoY).
“Berdasarkan data klaim yang sudah masuk sampai Februari 2026, klaim ratio asuransi perjalanan hanya sekitar 6% dari kontribusi premi yang sudah tercatat perusahaan,” sebutnya.
Dengan tingkat klaim yang relatif rendah serta pertumbuhan premi yang cukup besar, Tugu Insurance melihat bahwa lini bisnis asuransi perjalanan memiliki prospek yang cukup menjanjikan ke depan.
Oleh sebab itu, dengan pertumbuhan asuransi perjalanan yang besar ini Tugu Insurance melihat bahwa lini bisnis ini akan menjadi salah satu kontributor potensial bagi pertumbuhan premi pada 2026.
“Tentunya dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan terus meningkatkan kualitas layanan,” tegas Ery.