ADRO Rencana Buyback Saham 4 Triliun Tingkatkan Kepercayaan Investor

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:01:18 WIB
ADRO Rencana Buyback Saham 4 Triliun Tingkatkan Kepercayaan Investor

JAKARTA - Perusahaan sektor energi dan sumber daya alam terus melakukan berbagai strategi korporasi untuk menjaga stabilitas nilai saham sekaligus meningkatkan kepercayaan investor. 

Salah satu langkah yang kerap dilakukan emiten besar adalah pembelian kembali saham atau buyback, yang biasanya bertujuan memperkuat fundamental perusahaan di mata pasar.

Langkah tersebut juga tengah dipersiapkan oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. Perusahaan berkode saham ADRO ini berencana kembali melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali saham perseroan dalam jumlah besar. 

Strategi ini diharapkan dapat mendukung stabilitas harga saham sekaligus memberikan sinyal positif kepada para investor di pasar modal.

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) berencana untuk kembali melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp 4 triliun.

“Pembelian kembali saham perseroan akan dilakukan melalui BEI dan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan terhitung setelah tanggal diperolehnya persetujuan rapat umum pemegang saham perseroan yang akan dilakukan pada rapat umum pemegang saham tahunan perseroan (RUPST),” ungkap manajemen ADRO.

Rencana Buyback Saham Perseroan

Manajemen ADRO menyampaikan bahwa rencana pembelian kembali saham tersebut akan melalui proses persetujuan pemegang saham dalam forum resmi perusahaan. Agenda tersebut dijadwalkan dibahas dalam rapat umum pemegang saham tahunan yang akan digelar dalam waktu dekat.

Manajemen ADRO menyebutkan bahwa RUPST akan dilakukan pada tanggal 17 April 2026 dan apabila agenda pembelian kembali saham perseroan telah disetujui pada RUPST, pembelian kembali saham perseroan akan dilakukan terhitung sejak tanggal 20 April 2026.

Melalui langkah ini, perseroan berharap dapat menjaga stabilitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sekaligus memperkuat persepsi positif dari pelaku pasar terhadap kinerja perusahaan.

Riwayat Pembelian Kembali Saham Sebelumnya

Sebelum rencana buyback terbaru ini diumumkan, ADRO sebenarnya telah melakukan pembelian kembali saham dalam beberapa kesempatan sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan saat kondisi pasar mengalami fluktuasi yang cukup signifikan.

Pada tanggal 16 Mei 2025 sampai dengan 2 Juni 2025, kata manajemen, ADRO melakukan pembelian kembali saham perseroan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan Dalam Menjaga Kinerja Dan Stabilitas Pasar Modal Pada Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan. Pada periode tersebut, perseroan telah melakukan pembelian kembali sebanyak 33 juta saham perseroan atau sebesar 0,11% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus memberikan perlindungan terhadap kondisi pasar yang tidak menentu.

Akumulasi Buyback Saham Perseroan

Selain pembelian kembali saham yang dilakukan pada periode tersebut, perusahaan juga memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melanjutkan program buyback dalam jangka waktu tertentu.

Pada tanggal 2 Juni 2025, ADRO juga mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham perseroan untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan berdasarkan POJK 29/2023 untuk periode 12 bulan sejak tanggal 3 Juni 2025. 

Sejak tanggal 3 Juni 2025 sampai dengan 28 Februari 2026, Alamtri Resources Indonesia telah melakukan pembelian kembali saham perseroan 2025 sebanyak 556.195.200 saham atau sebesar 1,89% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Dengan demikian, jumlah pembelian kembali saham perseroan yang telah efektif tercatat pada daftar pemegang saham perseroan (DPS) pada tanggal 28 Februari 2026 adalah sebanyak 589.195.200 saham atau sebesar 2,005% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Akumulasi pembelian kembali saham tersebut menunjukkan bahwa perseroan secara konsisten memanfaatkan strategi buyback sebagai bagian dari kebijakan korporasi untuk menjaga nilai perusahaan.

Tujuan Buyback Dan Dampaknya Bagi Investor

Program pembelian kembali saham biasanya memiliki beberapa tujuan strategis bagi perusahaan. Selain meningkatkan likuiditas perdagangan saham, langkah ini juga dapat menjadi sinyal bahwa manajemen menilai harga saham perusahaan masih berada di bawah nilai fundamentalnya.

Rencana pembelian kembali saham perseroan diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan sehingga harga saham perseroan diharapkan dapat mencerminkan nilai fundamental perseroan.

“Perseroan berharap dengan dilaksanakannya pembelian kembali saham perseroan akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham perseroan dapat mencerminkan kondisi fundamental perseroan yang sebenarnya,” ungkap manajemen ADRO.

Sementara itu, pergerakan saham ADRO di pasar juga masih dipengaruhi dinamika perdagangan harian. Saham ADRO pada perdagangan Rabu diparkir minus 1,26% ke Rp 2.350. Investor asing membukukan net sell di saham ini Rp 10,83 miliar.

Dengan rencana buyback senilai hingga Rp 4 triliun tersebut, perusahaan berharap dapat memperkuat stabilitas harga saham serta memberikan kepercayaan lebih besar bagi investor yang menanamkan modal di perusahaan.

Strategi ini juga menjadi bagian dari upaya ADRO dalam menjaga kinerja perusahaan sekaligus memastikan nilai saham dapat mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya di tengah dinamika pasar modal yang terus berubah.

Terkini