Jaga Kesehatan Telinga, Hindari 9 Kebiasaan yang Bisa Merusak Pendengaran

Jumat, 06 Februari 2026 | 11:36:55 WIB
Jaga Kesehatan Telinga, Hindari 9 Kebiasaan yang Bisa Merusak Pendengaran

JAKARTA - Kesehatan telinga sering diabaikan padahal sangat penting bagi komunikasi sehari-hari. 

9 Kebiasaan Ini Bisa Rusak Pendengaran, Ada yang Sering Kamu Lakukan menjadi pengingat untuk lebih memperhatikan pola hidup. Gangguan pendengaran dapat menghambat interaksi sosial dan menurunkan kualitas hidup jika tidak dicegah sejak dini.

Seiring usia, kemampuan telinga dalam menangkap suara bisa menurun. Namun, kebiasaan buruk sehari-hari dapat mempercepat kerusakan ini. Oleh karena itu, penting mengetahui apa saja yang dapat merusak pendengaran dan bagaimana mencegahnya.

Paparan suara keras merupakan faktor risiko utama gangguan pendengaran. Lingkungan bising, earphone dengan volume tinggi, hingga konser musik bisa menimbulkan efek jangka panjang. Menyadari hal ini sejak muda sangat penting agar kerusakan tidak bersifat permanen.

Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Pendengaran

Penggunaan earphone atau earbuds dengan volume tinggi menjadi penyebab utama gangguan telinga. Banyak perangkat audio pribadi mampu menghasilkan suara di atas 100 desibel. Paparan suara lebih dari 70 desibel dalam waktu lama bisa merusak sel rambut di telinga bagian dalam.

Saran bagi pengguna earphone, batasi volume maksimum 60 persen dan durasi mendengar maksimal 60 menit. Kebiasaan ini penting diterapkan agar pendengaran tetap aman. Paparan berkepanjangan bisa mempercepat penurunan fungsi telinga.

Menyetel audio mobil terlalu kencang juga berisiko merusak pendengaran. Ruang mobil yang tertutup membuat suara terpantul sehingga terdengar lebih keras. Jika harus berteriak untuk berbicara, itu pertanda volume sudah membahayakan telinga.

Tidak menggunakan pelindung telinga di lingkungan bising seperti konser atau alat konstruksi meningkatkan risiko gangguan. Mesin pemotong rumput, gergaji listrik, atau leaf blower bisa menghasilkan suara di atas 110 desibel. Noise-induced hearing loss dapat terjadi hanya dalam hitungan menit tanpa pelindung.

Penggunaan earbud terus menerus memperburuk kondisi. Banyak earbud nirkabel terpasang jauh di dalam telinga sehingga paparan suara berlangsung berjam-jam. Durasi yang lama meningkatkan kelelahan pendengaran dan mempercepat penurunan fungsi telinga.

Kebiasaan Perawatan Telinga yang Salah

Membersihkan telinga dengan cotton bud justru berpotensi merusak. Cotton bud bisa mendorong kotoran lebih dalam, menyebabkan sumbatan atau infeksi. Telinga memiliki mekanisme pembersihan alami, sehingga penggunaan alat tambahan sebaiknya dihindari.

Penggunaan obat tetes telinga bisa menjadi alternatif aman untuk melunakkan kotoran. Hindari memasukkan benda apapun ke dalam telinga. Cara ini membantu menjaga fungsi telinga tetap optimal.

Merokok juga memengaruhi kesehatan pendengaran. Zat beracun dalam rokok mengganggu aliran darah ke telinga bagian dalam. Hal ini merusak saraf pendengaran dan meningkatkan risiko gangguan telinga.

Nikotin dan karbon monoksida mengurangi oksigen ke sel-sel rambut di telinga. Selain itu, merokok bisa mengiritasi tuba eustachius. Perokok memiliki risiko gangguan pendengaran lebih tinggi dibanding non-perokok.

Gaya Hidup dan Pola Makan

Pola makan tidak seimbang memengaruhi kondisi telinga. Kekurangan nutrisi seperti magnesium, asam folat, dan vitamin B12 dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran. Dehidrasi juga bisa mengubah keseimbangan cairan di telinga bagian dalam.

Menerapkan diet kaya sayuran hijau, buah-buahan, dan kacang-kacangan membantu menjaga fungsi telinga. Minum air cukup mendukung aliran darah yang sehat ke seluruh organ, termasuk telinga. Nutrisi yang baik membantu sistem pendengaran tetap optimal.

Menunda pemeriksaan pendengaran dapat memperburuk kondisi. Gangguan telinga sering berkembang perlahan tanpa gejala jelas. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah sejak dini.

Deteksi dini mencegah dampak jangka panjang seperti penurunan fungsi kognitif. Tes pendengaran tahunan dianjurkan bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas atau memiliki riwayat paparan kebisingan. Hal ini menjadi langkah pencegahan penting.

Penanganan Infeksi dan Risiko Lain

Infeksi telinga yang tidak diobati berisiko merusak struktur telinga tengah. Infeksi kronis dapat menimbulkan penumpukan cairan dan tekanan pada gendang telinga. Jika dibiarkan, kerusakan bisa bersifat permanen.

Segera konsultasikan ke dokter THT jika muncul gejala nyeri, keluarnya cairan, atau kehilangan pendengaran mendadak. Penanganan tepat waktu mencegah komplikasi lebih serius. Langkah ini penting agar pendengaran tetap terlindungi.

Menghindari kebiasaan buruk dan melakukan pencegahan adalah kunci menjaga telinga. Menjaga volume suara, menggunakan pelindung telinga, dan memperhatikan pola makan membantu memelihara pendengaran. Kesadaran ini memastikan komunikasi tetap lancar sepanjang hidup.

Saran Praktis

Kesehatan pendengaran sangat penting bagi kualitas hidup sehari-hari. Menghindari kebiasaan merusak telinga membantu mencegah gangguan jangka panjang. Perawatan telinga yang tepat, pemeriksaan rutin, dan pola hidup sehat menjadi langkah utama menjaga fungsi pendengaran tetap optimal.

Dengan menerapkan kebiasaan baik, risiko kerusakan telinga dapat diminimalkan. Kesadaran sejak dini membantu mempertahankan kemampuan mendengar sepanjang usia produktif. 9 Kebiasaan Ini Bisa Rusak Pendengaran, Ada yang Sering Kamu Lakukan menjadi pengingat penting untuk selalu menjaga telinga.

Terkini