Hilirisasi dan Energi Terbarukan Tarik Minat Investasi Global Indonesia

Jumat, 06 Februari 2026 | 11:01:52 WIB
Hilirisasi dan Energi Terbarukan Tarik Minat Investasi Global Indonesia

JAKARTA - Peta investasi global ke Indonesia menunjukkan perubahan arah yang semakin tegas. Jika sebelumnya arus modal asing banyak mengalir ke sektor berbasis komoditas mentah, kini fokus investor mulai bergeser ke industri bernilai tambah dan berkelanjutan. 

Hilirisasi industri serta pengembangan energi terbarukan muncul sebagai sektor yang paling diminati, seiring meningkatnya tuntutan global terhadap efisiensi, keberlanjutan, dan ketahanan rantai pasok.

Indonesia dinilai memiliki kombinasi keunggulan yang jarang dimiliki negara lain. Kekayaan sumber daya alam yang besar dipadukan dengan kebijakan pemerintah yang konsisten mendorong hilirisasi menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi yang semakin strategis. 

Dalam konteks global yang penuh ketidakpastian, investor melihat Indonesia bukan hanya sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga sebagai pusat produksi bernilai tambah.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa perubahan arah investasi ini tidak terjadi secara kebetulan. 

Menurutnya, potensi energi terbarukan yang sangat besar serta ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi menjadi magnet utama bagi modal global yang mencari peluang jangka panjang.

Potensi Energi Terbarukan Masih Terbuka Lebar

Rosan menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kapasitas energi terbarukan yang sangat besar, namun pemanfaatannya masih jauh dari optimal. Kondisi ini justru menciptakan ruang investasi yang luas, khususnya bagi investor yang berorientasi pada pengembangan pembangkit energi bersih dan infrastruktur pendukungnya.

Ia menjelaskan, potensi energi terbarukan Indonesia mencapai sekitar 3.700 gigawatt. Namun, hingga saat ini kapasitas terpasang baru berada di kisaran 15,8 gigawatt. Kesenjangan yang lebar antara potensi dan realisasi tersebut mencerminkan peluang besar yang belum tergarap.

Dalam pandangan investor global, angka tersebut menunjukkan prospek jangka panjang yang menjanjikan. Pengembangan energi surya, angin, air, panas bumi, dan bioenergi dapat menjadi pilar utama transisi energi Indonesia sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon. Selain itu, investasi di sektor ini dinilai relatif stabil karena didukung kebutuhan energi domestik yang terus meningkat.

Pemerintah melihat energi terbarukan bukan hanya sebagai solusi lingkungan, tetapi juga sebagai instrumen penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional. 

Dengan keterlibatan investor global, pengembangan energi bersih diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efisien, sekaligus mendorong transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di dalam negeri.

Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Jadi Keunggulan

Selain energi terbarukan, Rosan menekankan kekuatan Indonesia pada rantai pasok industri baterai kendaraan listrik. Menurutnya, Indonesia termasuk sedikit negara yang memiliki ekosistem lengkap dari hulu hingga hilir, mulai dari pertambangan bahan baku hingga proses daur ulang baterai di dalam negeri.

“Indonesia memiliki seluruh ekosistem baterai kendaraan listrik, mulai dari pertambangan sampai daur ulang baterai yang dilakukan di dalam negeri,” ujar Rosan dalam acara CNA Summit 2026, Kamis, 5 Februari 2025.

Keunggulan ini memberikan nilai strategis yang tinggi di tengah pesatnya pertumbuhan industri kendaraan listrik global. Negara-negara maju membutuhkan pasokan baterai yang stabil dan berkelanjutan, sementara Indonesia mampu menawarkan kepastian rantai pasok yang terintegrasi dalam satu wilayah.

Hilirisasi industri baterai juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Proses pengolahan di dalam negeri meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat basis industri nasional. 

Dengan pendekatan ini, Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan menjadi bagian penting dari rantai nilai global.

Investor pun melihat kepastian kebijakan hilirisasi sebagai sinyal positif. Konsistensi pemerintah dalam mendorong industrialisasi berbasis sumber daya alam menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang.

Daya Saing Indonesia Dalam Kompetisi Investasi Kawasan

Pengembangan hilirisasi dan energi terbarukan dinilai tidak hanya meningkatkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan investasi di kawasan. Pergeseran ini menandai transformasi struktur ekonomi nasional menuju industri yang lebih modern, berteknologi, dan berorientasi keberlanjutan.

Di tengah ketatnya persaingan antarnegara berkembang, Indonesia mulai menonjol sebagai tujuan investasi yang menawarkan skala besar, stabilitas kebijakan, serta potensi pertumbuhan jangka panjang. Pemerintah pun terus mendorong kolaborasi dengan investor global untuk mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di sektor hilirisasi dan energi bersih.

Langkah ini dipandang krusial karena arus modal global kini semakin selektif. Investor tidak hanya mempertimbangkan keuntungan finansial, tetapi juga aspek keberlanjutan, efisiensi energi, dan dampak lingkungan. Dalam konteks tersebut, kebijakan hilirisasi dan transisi energi Indonesia dinilai selaras dengan arah investasi global.

Dengan fondasi sumber daya alam yang kuat, dukungan kebijakan pemerintah, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat investasi hijau di kawasan. 

Hilirisasi dan energi terbarukan diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi jangka panjang, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berubah.

Terkini