JAKARTA - Masalah kolesterol tinggi telah menjadi salah satu isu kesehatan utama yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan bahkan kematian.
Menurut data, kolesterol tinggi menyebabkan sekitar 4,4 juta kematian setiap tahunnya. Dalam upaya untuk menurunkan kadar kolesterol, banyak orang cenderung mengambil jalan pintas dengan mencoba diet ekstrem. Sayangnya, kebiasaan ini sering kali justru berisiko membahayakan kesehatan lebih lanjut, bukan malah menyembuhkan.
Ketika seseorang mendapatkan diagnosis kolesterol tinggi, reaksi awal yang biasa muncul adalah keinginan untuk segera menurunkan kadar kolesterol dengan cara yang drastis.
Mungkin banyak yang berpikir bahwa menghindari semua jenis lemak dalam makanan adalah cara yang efektif untuk membersihkan arteri. Namun, diet ekstrem ini justru bisa berisiko buruk bagi tubuh.
Diet Ekstrem dan Dampaknya pada Tubuh
Menurut Dr. Sermed Mezher, seorang dokter yang diungkap dalam Hindustan Times, keinginan untuk segera menurunkan kadar kolesterol dapat membuat seseorang mengadopsi pola makan yang sangat ketat.
Ketika tubuh memasuki keadaan semi-kelaparan karena defisit kalori yang ekstrem, tubuh akan merespon dengan cara yang tidak terduga. Salah satu responsnya adalah peningkatan produksi kolesterol di hati.
“Ketika tubuh merasa berada dalam kondisi krisis, hati akan berusaha menjaga integritas membran sel dan sintesis hormon dengan meningkatkan produksi kolesterol,” jelas Dr. Mezher.
Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan kolesterol untuk membuat hormon, vitamin D, serta zat-zat penting lainnya yang membantu proses pencernaan.
Meskipun Anda mungkin merasa bahwa membatasi asupan lemak adalah cara terbaik untuk menurunkan kolesterol, diet ekstrem yang dilakukan tanpa pengawasan medis justru dapat mengurangi tingkat metabolisme basal dan memperburuk kondisi lipid darah.
Dalam banyak kasus, ini mengarah pada efek 'rebound', yang berarti kolesterol Anda malah meningkat lebih tinggi daripada sebelumnya.
Memahami Diet yang Sehat untuk Menurunkan Kolesterol
Dr. Mezher menyarankan bahwa untuk menurunkan kolesterol, pendekatan yang lebih berkelanjutan dan ramah tubuh lebih baik daripada diet ekstrem.
Salah satu cara untuk menjaga kadar kolesterol tetap seimbang adalah dengan mengurangi asupan lemak trans. Lemak trans sering ditemukan dalam produk-produk olahan seperti margarin, gorengan, kue kering, dan biskuit.
Lemak trans ini berbahaya karena dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).
"Cara mudah untuk mengetahui apakah makanan mengandung lemak trans adalah dengan memeriksa daftar bahan makanan, apakah ada minyak nabati terhidrogenasi atau sebagian terhidrogenasi. Produk-produk ini menambahkan lemak trans untuk meningkatkan daya simpan, tetapi justru merusak keseimbangan kolesterol dalam tubuh,” tambah Dr. Mezher.
Selain itu, Dr. Mezher menyarankan untuk meningkatkan asupan ikan berlemak, seperti salmon, makarel, dan sarden. Ikan-ikan ini kaya akan omega-3, yang terbukti dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan mengurangi trigliserida dalam darah. Ini adalah cara alami dan efektif untuk mendukung kesehatan jantung.
Meningkatkan Asupan Serat untuk Kolesterol yang Sehat
Salah satu perubahan pola makan yang direkomendasikan untuk mengontrol kolesterol adalah meningkatkan konsumsi serat. Sayangnya, menurut Dr. Mezher, banyak orang, terutama di Amerika Serikat dan Inggris, tidak memenuhi kebutuhan serat harian mereka. Di kedua negara ini, sekitar 85 hingga 90 persen orang dewasa tidak mengonsumsi cukup serat setiap hari.
Serat memiliki peran penting dalam mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL). Serat dapat mengikat asam empedu yang kaya kolesterol di saluran pencernaan, sehingga tubuh dapat mengeluarkannya, bukan menyerapnya kembali. Ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah secara signifikan. Idealnya, orang dewasa harus mengonsumsi sekitar 30 gram serat per hari, meskipun angka ini sulit tercapai bagi sebagian orang.
"Serat bekerja dengan cara yang sangat efektif untuk membantu menurunkan kolesterol LDL, yang merupakan faktor risiko penting bagi pengerasan arteri dan serangan jantung," tambah Dr. Mezher.
Selain itu, serat juga memiliki banyak manfaat lainnya, seperti meningkatkan pencernaan dan mengurangi risiko penyakit kronis lainnya.
Menjaga Keseimbangan dalam Diet untuk Kesehatan Kolesterol
Pada akhirnya, kunci untuk mengontrol kolesterol adalah dengan menjaga keseimbangan yang tepat dalam diet Anda. Tidak ada solusi instan atau diet ekstrem yang dapat memberikan hasil jangka panjang. Yang diperlukan adalah pendekatan yang berkelanjutan dan bijaksana untuk menjaga kesehatan jantung dan kolesterol Anda.
Selain mengurangi asupan lemak trans dan meningkatkan asupan serat serta ikan berlemak, penting juga untuk menjaga pola makan yang seimbang, menghindari konsumsi makanan olahan secara berlebihan, dan rutin melakukan aktivitas fisik.
Menjaga berat badan yang sehat, mengurangi stres, serta berhenti merokok juga akan berkontribusi besar dalam menjaga kadar kolesterol yang sehat.
Mengontrol kolesterol bukanlah masalah yang bisa diselesaikan dengan langkah cepat dan drastis. Dibutuhkan kesadaran yang lebih dalam tentang pentingnya diet seimbang dan gaya hidup sehat yang dapat diterapkan secara konsisten. Dengan pendekatan yang bijaksana, Anda tidak hanya bisa menurunkan kolesterol, tetapi juga menjaga kesehatan jangka panjang.