JAKARTA - Penguatan ekonomi ultra mikro membutuhkan pendekatan yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara dunia akademik dan praktik lapangan dinilai menjadi kunci penting. Pendekatan ini memungkinkan solusi ekonomi berbasis riset diterapkan langsung di masyarakat.
Kolaborasi Internasional Kembangkan 4,1 Juta Nasabah Mekaar menjadi gambaran sinergi tersebut. Kerja sama lintas negara dinilai mampu memperkuat model pemberdayaan berbasis pengetahuan. Dampaknya diharapkan menyentuh pelaku usaha kecil secara langsung.
Pendekatan riset yang terhubung dengan praktik usaha lapangan semakin relevan. Model ini tidak hanya menghasilkan temuan ilmiah. Solusi yang lahir juga aplikatif dan berjangka panjang.
Penguatan Riset Akademis dan Praktik Lapangan
CIRAD sebagai organisasi peneliti akademis dari Prancis memperkuat kolaborasi bersama PNM. Fokus kerja sama diarahkan pada pengembangan bisnis berbasis riset akademis. Langkah ini melanjutkan riset yang telah dilakukan sebelumnya.
Riset awal dilaksanakan di Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu penghasil kakao ekspor. Fokus penelitian diarahkan pada peningkatan nilai jual biji kakao.
Nasabah Mekaar menjadi bagian penting dalam riset tersebut. Inovasi budidaya dan pascapanen menjadi perhatian utama. Upaya ini bertujuan meningkatkan daya saing produk kakao petani.
Pendalaman Lapangan dan Pengembangan Sistem Berkelanjutan
Dalam proses riset, tim peneliti mengunjungi unit Mekaar. Dialog langsung dilakukan bersama Account Officer dan petani kakao. Pendekatan ini membantu memahami praktik lapangan secara menyeluruh.
Ke depan, kolaborasi difokuskan pada penguatan sistem pertanian berkelanjutan. Agroforestri dan transisi agroekologi menjadi bagian penting. Pertanian berketahanan iklim juga menjadi sasaran pengembangan.
Selain sektor pertanian, kerja sama menjangkau akuakultur berkelanjutan. Mata pencaharian pesisir dikembangkan melalui praktik ramah lingkungan. Pengelolaan limbah berbasis sirkularitas turut diperkuat.
Integrasi Pembiayaan dan Pengembangan Kapasitas
Upaya pemberdayaan diperkuat dengan integrasi akses pembiayaan. Skema pembiayaan terintegrasi pertanian–akuakultur dikembangkan. Pendekatan ini memperkuat keberlanjutan usaha masyarakat.
Pengembangan kapasitas dilakukan melalui pelatihan Training of Trainers. Spesialisasi pelatihan diarahkan pada peningkatan kompetensi lokal. Dampak sosial dan ekonomi juga dilacak secara sistematis.
Dengan potensi sekitar 4.108.845 nasabah PNM Mekaar di sektor pertanian, ekosistem ini dinilai strategis. Pengembangan berbasis riset dapat dilakukan lebih luas. Pendekatan terukur memungkinkan evaluasi berkelanjutan.
Apresiasi dan Harapan Keberlanjutan Kolaborasi
Presiden Direktur CIRAD, Elisabeth Claverie de Saint Martin, menilai kolaborasi ini sangat strategis. “Kolaborasi ini sangat strategis karena menjembatani ilmu pengetahuan dengan jaringan pemberdayaan yang telah menjangkau hingga akar rumput,” ujarnya. Ia melihat kemitraan ini membuka ruang inovasi berkelanjutan.
Manfaat kolaborasi diharapkan dirasakan masyarakat prasejahtera. Inovasi yang lahir diarahkan pada dampak nyata. Keberlanjutan menjadi tujuan utama kerja sama.
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria, mengapresiasi langkah tersebut. “Penguatan berbasis riset ini menjadi langkah penting kami dalam terus berupaya meningkatkan kualitas pendampingan nasabah,” ujar Dodot. Ia berharap nilai tambah ekonomi dan lingkungan dapat terwujud dalam jangka panjang.