MRT Kembangan-Balaraja Siap Dipercepat Lewat Studi Bersama Pengembang

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:31:30 WIB
MRT Kembangan-Balaraja Siap Dipercepat Lewat Studi Bersama Pengembang

JAKARTA - PT MRT Jakarta resmi memulai tahap studi kerja sama pengembangan jalur MRT Line Timur-Barat Fase 2, yang menghubungkan Kembangan-Balaraja. 

Tahap awal ini melibatkan tujuh pengembang properti besar di kawasan Jabodetabek. Upaya ini bertujuan memastikan pembangunan jalur MRT strategis berjalan efisien dan terkoordinasi.

Kolaborasi dengan para pengembang tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchafd Mahfud memimpin penandatanganan ini. Acara juga disaksikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni, serta Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat.

Lintas Timur-Barat menjadi koridor strategis yang menghubungkan kawasan hunian, industri, serta pusat pertumbuhan baru di Jakarta dan Banten. Jalur ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah. Selain itu, proyek ini dinilai mampu mendorong efisiensi anggaran melalui kerja sama dengan pengembang.

Daftar Pengembang dan Area Kerja Sama

Tujuh pengembang yang terlibat antara lain PT Serpong Cipta Kreasi (Summarecon Serpong), PT Alam Sutra Realty Tbk (Alam Sutera), PT Lippo Karawaci (Lippo Land), dan PT Paramount Enterprise International (Paramount Land). 

Tiga pengembang lainnya adalah PT Serpong Cipta Cahaya (Summarecon Tangerang), PT Sinar Puspapersada (Intiland Development Tbk), dan PT Metropolitan Karyadeka Development (Metland Cyber Putri).

Kesepakatan dengan para pengembang mencakup studi bersama mengenai trase, pengembangan kawasan sekitar, serta integrasi transportasi. Para pengembang berperan membantu MRT Jakarta memetakan kebutuhan teknis dan investasi proyek. Kerja sama ini diharapkan menciptakan rencana pembangunan yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Kajian juga mencakup aspek kelembagaan, keuangan, dan teknis proyek. Dengan pendekatan ini, MRT Jakarta memastikan perencanaan matang sebelum pembangunan fisik dimulai. Studi diproyeksikan selesai dalam kurun waktu delapan hingga sepuluh bulan.

Tujuan Studi dan Harapan MRT

Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menekankan pentingnya studi untuk membantu perencanaan pemerintah pusat. Studi ini ditujukan agar Kementerian Perhubungan memiliki acuan terkait aspek kelembagaan dan keuangan proyek. Hasil kajian juga akan menjadi dasar keputusan pembangunan fase kedua jalur Timur-Barat.

Proyek ini memiliki panjang kurang lebih 30 kilometer dari Kembangan hingga Balaraja. Jalur baru diharapkan meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat antara Jakarta dan Banten. Selain itu, pengembangan jalur MRT ini dapat memperkuat konektivitas dengan kawasan industri dan permukiman yang ada di sepanjang trase.

Tuhiyat menegaskan, kajian ini menjadi tahap awal sebelum alokasi anggaran disepakati. Semua keputusan pendanaan akan mengikuti rekomendasi hasil studi. Dengan demikian, pembangunan MRT dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Proses Kajian dan Pendekatan Teknis

Kajian MRT Kembangan-Balaraja mencakup tiga aspek utama: kelembagaan, keuangan, dan teknis. Aspek kelembagaan bertujuan memastikan koordinasi antarinstansi berjalan lancar. Kajian keuangan berfokus pada efisiensi anggaran serta model pembiayaan pembangunan.

Sementara itu, aspek teknis mencakup trase jalur, lokasi stasiun, serta integrasi dengan moda transportasi lain. Evaluasi teknis ini penting untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang. Dengan pendekatan holistik, MRT Jakarta menargetkan pembangunan yang tepat sasaran.

Kajian ini juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan di sepanjang jalur. Perencanaan stasiun dan akses publik dioptimalkan agar masyarakat mudah menjangkau layanan MRT. Selain itu, studi berupaya mengantisipasi kepadatan dan kemacetan di area sekitar proyek.

Kolaborasi MRT dan Pengembang

Kerja sama dengan tujuh pengembang diharapkan menghasilkan sinergi optimal dalam pengembangan kawasan transit-oriented development (TOD). Kawasan sekitar stasiun direncanakan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan pengelolaan yang tepat, proyek MRT akan meningkatkan nilai properti serta aksesibilitas bagi masyarakat.

Para pengembang berperan dalam menyiapkan konsep integrasi antara fasilitas publik dan hunian. Strategi ini diharapkan menarik minat masyarakat dan mendukung perencanaan kawasan masa depan. Kolaborasi ini juga membuka peluang investasi baru di sepanjang jalur Kembangan-Balaraja.

Selain aspek bisnis, kerja sama ini juga mendukung pembangunan berkelanjutan. MRT Jakarta memastikan semua pengembangan sejalan dengan prinsip efisiensi energi dan mobilitas publik. Hal ini menjadi bagian dari strategi pemerintah meningkatkan transportasi ramah lingkungan.

Dampak Positif terhadap Mobilitas dan Ekonomi

Pembangunan MRT Kembangan-Balaraja diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jakarta dan Banten. Jalur baru akan mempermudah mobilitas pekerja, pelajar, dan masyarakat umum. Selain itu, proyek ini akan menurunkan kemacetan di koridor Timur-Barat dan meningkatkan produktivitas wilayah.

Keberadaan jalur MRT juga membuka peluang bagi pengembangan kawasan komersial dan residensial di sepanjang trase. Akses transportasi yang mudah akan mendorong aktivitas bisnis dan investasi. Dampak positif ini diharapkan dirasakan oleh masyarakat luas, termasuk penduduk yang tinggal jauh dari pusat kota.

Dengan pendekatan studi yang komprehensif, MRT Jakarta menargetkan pembangunan yang efisien dan bermanfaat jangka panjang. 

Kerja sama dengan pengembang memastikan proyek dapat diimplementasikan dengan tepat. Hasilnya, masyarakat memperoleh layanan transportasi modern yang mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Terkini