Kemenhub Lakukan Ramp Check Serentak Kapal Laut Jelang Mudik Lebaran 2026

Kamis, 05 Februari 2026 | 09:29:14 WIB
Kemenhub Lakukan Ramp Check Serentak Kapal Laut Jelang Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran 2026, kesiapan transportasi laut menjadi perhatian utama pemerintah. 

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melakukan langkah antisipatif guna memastikan keselamatan pelayaran. Pemeriksaan kelaiklautan kapal penumpang pun digelar secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kapal yang melayani angkutan Lebaran berada dalam kondisi layak operasi. Pemeriksaan difokuskan pada aspek keselamatan, teknis, dan administrasi kapal. Dengan upaya tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan laut dengan aman dan nyaman.

Pemeriksaan ini juga menjadi bagian dari agenda tahunan yang rutin dilaksanakan menjelang periode angkutan Lebaran. Seluruh jajaran terkait diminta menjalankan tugas sesuai standar yang telah ditetapkan. Kemenhub menegaskan tidak ada kompromi terkait keselamatan penumpang.

Ramp Check Serentak di 98 Unit Pelaksana Teknis

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melaksanakan ramp check secara serentak di 98 Unit Pelaksana Teknis Hubla di seluruh Indonesia. 

Pemeriksaan ini mencakup kapal penumpang dan kapal pengangkut kendaraan yang melayani arus mudik dan balik Lebaran. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan armada laut menghadapi lonjakan penumpang.

Kasubdit Pengukuran Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Alwan Rasyid, menjelaskan bahwa ramp check merupakan agenda rutin tahunan. 

Ia menyebut kegiatan ini telah diinstruksikan langsung oleh Direktur Jenderal Hubla sejak pertengahan Januari. Seluruh UPT diminta menjalankan pemeriksaan secara menyeluruh dan konsisten.

“Ramp check fokus pada kapal penumpang dan kapal pengangkut kendaraan yang melayani arus mudik dan balik Lebaran,” kata Alwan. Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat memeriksa Kapal Motor Dharma Kartika II di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Pemeriksaan dilakukan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi kapal sesuai ketentuan.

Fokus Keselamatan dan Kelaiklautan Kapal

Pemeriksaan kelaiklautan kapal dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi. Mulai dari kondisi fisik kapal, peralatan keselamatan, hingga kelengkapan dokumen menjadi perhatian utama tim pemeriksa. Hal ini penting untuk mencegah risiko kecelakaan selama pelayaran.

Alwan menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang. Kapal yang tidak memenuhi standar kelaiklautan tidak diperkenankan beroperasi. Langkah tegas ini diambil demi melindungi keselamatan masyarakat.

Selain itu, pengawasan dilakukan secara ketat mengingat tingginya intensitas perjalanan laut saat Lebaran. Lonjakan penumpang kerap meningkatkan potensi risiko jika tidak diimbangi dengan kesiapan armada. Oleh karena itu, setiap kapal wajib memenuhi persyaratan keselamatan pelayaran.

Kolaborasi Lintas Instansi dalam Pengawasan

Pemeriksaan kapal tidak dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan melalui kolaborasi lintas instansi. Tim pemeriksa melibatkan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub, Biro Klasifikasi Indonesia, serta kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan setempat. Kerja sama ini bertujuan memastikan pemeriksaan berjalan objektif dan menyeluruh.

Menurut Alwan, sinergi antarinstansi sangat penting dalam pengawasan transportasi laut. Setiap pihak memiliki peran dan kewenangan masing-masing yang saling melengkapi. Dengan kolaborasi tersebut, potensi kelalaian dapat diminimalkan.

“Instruksi ramp check tersebut berlaku untuk seluruh UPT Perhubungan Laut di Indonesia, baik pelabuhan utama maupun pelabuhan singgah,” tuturnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa tidak ada pengecualian dalam pelaksanaan pemeriksaan. Semua kapal yang melayani angkutan Lebaran wajib melalui proses ramp check.

Kesiapan Armada Hadapi Lonjakan Penumpang

Pengawasan menyeluruh dinilai penting untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama Lebaran 2026. Kemenhub memprediksi lonjakan penumpang akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kesiapan armada laut menjadi prioritas utama.

Alwan menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh layanan angkutan laut berjalan optimal. Tidak hanya aspek teknis, tetapi juga kedisiplinan operator kapal menjadi perhatian. Semua pihak diharapkan menjalankan tugas sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami ingin memastikan layanan angkutan laut berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Alwan. Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan pelayaran nasional. Dengan langkah ini, masyarakat diharapkan dapat merasakan perjalanan laut yang lebih nyaman selama Lebaran.

Terkini