IHSG Dibuka Menguat Pagi Ini, Sentimen Global Masih Bayangi Pergerakan Pasar

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:25:41 WIB
IHSG Dibuka Menguat Pagi Ini, Sentimen Global Masih Bayangi Pergerakan Pasar

JAKARTA - Perdagangan pasar modal domestik kembali diawali dengan sentimen positif pada Rabu pagi. 

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG langsung bergerak ke zona hijau sejak awal sesi, melanjutkan tren penguatan yang sudah terbentuk pada perdagangan sebelumnya. Optimisme pelaku pasar terlihat cukup terjaga, meski bayang-bayang tekanan eksternal dan isu global masih menjadi perhatian utama investor.

Penguatan IHSG pagi ini mencerminkan respons pasar terhadap kombinasi sentimen regional dan global. Di satu sisi, pergerakan positif bursa Asia memberikan dorongan awal, sementara di sisi lain investor tetap bersikap hati-hati menyikapi dinamika pasar Amerika Serikat serta berbagai isu struktural yang memengaruhi pasar keuangan domestik.

IHSG Menguat Sejak Pembukaan Perdagangan

Pada pembukaan perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, IHSG tercatat berada di posisi 8.121,033. Sejak awal sesi, indeks langsung bergerak naik dan bertahan di zona hijau. Berdasarkan data RTI yang terekam hingga pukul 09.16 WIB, IHSG menguat 44,725 poin atau setara 0,55 persen ke level 8.167,322.

Dalam pergerakan intraday pagi ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.194,683. Sementara itu, level terendah yang tercatat berada di posisi 8.101,861. Rentang pergerakan tersebut menunjukkan volatilitas yang masih relatif terjaga di tengah upaya indeks mempertahankan momentum penguatan.

Mayoritas Saham Mengalami Penguatan

Penguatan IHSG pagi ini didukung oleh kinerja positif mayoritas saham emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Data perdagangan menunjukkan sebanyak 366 saham bergerak menguat. Di sisi lain, terdapat 199 saham yang mengalami pelemahan, sementara 137 saham lainnya tercatat stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Kondisi ini mencerminkan minat beli yang masih cukup dominan di pasar, meskipun tekanan jual belum sepenuhnya hilang. Investor tampak selektif dalam memilih saham, dengan fokus pada emiten-emiten yang dinilai memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan yang stabil di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Nilai Transaksi dan Kapitalisasi Pasar

Dari sisi aktivitas perdagangan, total transaksi yang tercatat hingga pagi ini mencapai Rp3,961 triliun. Sementara itu, jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 7,771 miliar saham. Angka tersebut menunjukkan aktivitas pasar yang cukup aktif sejak awal sesi perdagangan.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada pagi ini tercatat mencapai Rp14.773,552 triliun. Nilai kapitalisasi yang besar ini mencerminkan skala pasar modal Indonesia yang terus berkembang, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan dari faktor global maupun domestik.

Tekanan dari Pasar Amerika Serikat

Sentimen global masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG. Riset harian Samuel Sekuritas mencatat bahwa pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026. Indeks Dow Jones turun 0,34 persen, S&P 500 melemah 0,84 persen, dan Nasdaq anjlok 1,43 persen.

Penurunan tersebut terjadi seiring aksi jual pada saham-saham teknologi. Investor global terlihat mulai mengalihkan dana dari sektor teknologi ke saham-saham yang dinilai lebih terkait dengan pemulihan ekonomi. Tekanan ini membuat indeks S&P 500 turun hampir satu persen dan menjadi salah satu sentimen negatif yang turut diperhitungkan pelaku pasar domestik.

Pergerakan Bursa Asia Jadi Penopang

Berbeda dengan pasar Amerika Serikat, mayoritas bursa Asia mencatatkan penguatan pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026. Indeks Hang Seng naik 0,22 persen, Nikkei melonjak 3,92 persen, dan Shanghai Composite menguat 1,29 persen. Penguatan bursa Asia ini memberikan sentimen positif bagi pasar regional, termasuk Indonesia.

IHSG sendiri pada perdagangan sebelumnya tercatat naik 2,52 persen ke level 8.122,6. Selain itu, tercatat adanya net buy asing sebesar Rp833,8 miliar. Arus dana asing yang kembali masuk menjadi salah satu faktor pendorong utama penguatan indeks, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik.

Pergerakan Bursa Asia Pagi Ini

Pada perdagangan Rabu pagi, 4 Februari 2026, bursa Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks Kospi dibuka menguat 0,32 persen, mencerminkan optimisme investor di Korea Selatan. Sebaliknya, indeks Nikkei di Jepang dibuka melemah 1,00 persen, menunjukkan adanya tekanan jual lanjutan setelah penguatan tajam sebelumnya.

Perbedaan arah pergerakan ini mencerminkan sikap pasar yang masih berhati-hati dalam menyikapi perkembangan global. Investor regional tampak menimbang berbagai faktor, mulai dari kebijakan moneter global hingga dinamika ekonomi di masing-masing negara.

IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways

Menyikapi berbagai kondisi tersebut, analis Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung sideways pada perdagangan hari ini. Tekanan isu terkait MSCI disebut masih menjadi faktor yang membatasi ruang gerak indeks, meskipun sentimen positif dari bursa regional dan arus dana asing memberikan dukungan.

Dalam risetnya, Samuel Sekuritas menilai bahwa pelaku pasar akan lebih berhati-hati dan selektif dalam mengambil posisi. Pergerakan IHSG diperkirakan akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global, dinamika regional, serta faktor domestik yang berkembang dalam waktu dekat. Dengan kondisi tersebut, volatilitas masih berpotensi terjadi meski indeks dibuka di zona hijau pagi ini.

Terkini

Dampak Minum Kopi terhadap Perubahan Tekanan Darah Tubuh

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:21 WIB

9 Buah Ajaib Penunjang Umur Panjang Versi Ahli Jantung

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:18 WIB

3 Kebiasaan Sehat Usai Makan Stabilkan Gula Darah

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:17 WIB