Pemerintah Pastikan Pasokan Gas Lpg 3 Kg Bangka Belitung Segera Stabil

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:21:19 WIB
Pemerintah Pastikan Pasokan Gas Lpg 3 Kg Bangka Belitung Segera Stabil

JAKARTA - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Bangka Belitung memicu keresahan di kalangan pedagang kecil. 

Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi harian, khususnya pelaku usaha kaki lima. Pemerintah daerah bersama pihak terkait bergerak cepat merespons situasi ini.

Upaya penanganan dilakukan melalui forum resmi untuk menyerap aspirasi para pedagang. Sejumlah keluhan disampaikan secara terbuka terkait sulitnya memperoleh gas melon. Harga yang melambung juga menjadi perhatian utama dalam pembahasan.

Situasi ini menjadi sorotan publik karena gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan vital. Ketergantungan masyarakat terhadap gas bersubsidi sangat tinggi. Karena itu, kepastian pasokan menjadi tuntutan utama.

Audiensi DPRD Dipenuhi Pedagang dan Perwakilan Dinas

Ruang audiensi DPRD Bangka Belitung dipadati berbagai elemen masyarakat. Pedagang kaki lima, wartawan, serta perwakilan dinas terkait hadir untuk mengikuti jalannya pertemuan. Agenda utama audiensi membahas kelangkaan dan mahalnya gas elpiji 3 kilogram.

Jumlah peserta yang hadir melebihi kapasitas ruangan. Kursi yang tersedia tidak mampu menampung seluruh peserta audiensi. Beberapa peserta terlihat berdiri dan memenuhi sisi ruangan.

Sejumlah kamera wartawan terpasang di berbagai sudut. Aktivitas peliputan berlangsung sejak awal audiensi dimulai. Suasana ruang audiensi tampak padat namun tetap kondusif.

Pimpinan DPRD Pimpin Langsung Pertemuan

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya. Kehadirannya memberikan ruang dialog langsung antara pedagang dan pemangku kebijakan. Forum ini dimanfaatkan untuk menyampaikan keluhan secara terbuka.

Perwakilan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia dari berbagai kabupaten di Pulau Bangka turut hadir. Mereka menyampaikan kondisi lapangan yang dihadapi pedagang. Kesulitan mendapatkan gas menjadi persoalan utama yang dikeluhkan.

Para pedagang menilai kelangkaan gas mengganggu operasional usaha. Beberapa di antaranya mengaku harus menghentikan aktivitas jualan. Kondisi ini berpotensi menekan pendapatan harian pedagang kecil.

Dampak Langsung Terhadap Aktivitas Usaha

Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram berdampak luas bagi pedagang kaki lima. Gas melon menjadi sumber energi utama dalam proses produksi makanan dan minuman. Tanpa pasokan yang memadai, kegiatan usaha tidak dapat berjalan normal.

Sebagian pedagang mengaku harus membeli gas dengan harga jauh lebih mahal. Kondisi tersebut menambah beban biaya operasional. Akibatnya, margin keuntungan semakin menipis.

Situasi ini juga berdampak pada konsumen. Beberapa pedagang terpaksa mengurangi produksi atau menaikkan harga jual. Hal ini berpotensi menurunkan daya beli masyarakat.

Janji Normalisasi Pasokan dalam Waktu Dekat

Menanggapi keluhan tersebut, pihak terkait memastikan pasokan gas akan kembali normal. Distribusi elpiji 3 kilogram disebut sedang dalam proses penyesuaian. Upaya percepatan dilakukan agar kelangkaan tidak berlarut.

Pasokan tambahan disebut akan segera disalurkan ke wilayah terdampak. Langkah ini diharapkan mampu menstabilkan harga di tingkat pengecer. Pedagang diminta tetap tenang dan mengikuti perkembangan resmi.

Pemerintah daerah berkomitmen mengawal proses distribusi. Pengawasan akan diperketat untuk mencegah penyelewengan. Dengan koordinasi lintas pihak, kondisi diharapkan pulih dalam waktu singkat.

Terkini