JAKARTA - Taman Pintar Yogyakarta kembali menghadirkan inovasi untuk memperkaya pengalaman belajar pengunjung. Kali ini, destinasi wisata edukasi tersebut menyiapkan wahana bertema sejarah kehidupan bumi melalui Zona Kehidupan Air Purba atau Zona Paleozoic.
Kehadiran zona baru ini menjadi langkah strategis pengelola dalam mempertahankan eksistensi Taman Pintar sebagai ruang belajar interaktif sekaligus mendongkrak jumlah kunjungan sepanjang 2026.
Zona Kehidupan Air Purba dirancang sebagai pengantar perjalanan pengetahuan sebelum pengunjung memasuki area fosil dan dinosaurus. Dengan konsep yang edukatif, zona ini diharapkan mampu memberikan pemahaman menyeluruh tentang asal-usul kehidupan yang bermula dari air, sekaligus menambah daya tarik bagi wisatawan pelajar maupun keluarga.
Target ambisius pun dipasang. Sepanjang 2026, Taman Pintar membidik kunjungan hingga 750.000 wisatawan, seiring dengan berbagai pembaruan zona yang terus dilakukan secara bertahap.
Konsep Kehidupan Air Pada Zaman Purba
Kepala Seksi Kerja Sama dan Pemasaran Taman Pintar Yogyakarta, Nia Dianti, menjelaskan Zona Kehidupan Air Purba dirancang untuk mengenalkan fase awal kehidupan di bumi. Wahana ini ditempatkan tepat setelah area akuarium dan menjadi jembatan informasi sebelum pengunjung melangkah ke zona fosil dan dinosaurus.
“Seusai akuarium, awal mula kehidupan yang berasal dari air. Jadi ditampilkan seperti apa kehidupan air pada zaman purba, hewan-hewannya apa saja, sebelum masuk ke zona fosil,” jelas Nia.
Melalui penataan ruang dan materi visual, pengunjung diajak memahami evolusi makhluk hidup air pada masa purba. Penyajian informasi dilakukan secara edukatif agar mudah dipahami berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Zona ini juga diharapkan mampu memperkuat alur cerita edukasi di Taman Pintar, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati wahana secara terpisah, tetapi juga memperoleh gambaran utuh tentang perjalanan sejarah kehidupan di bumi.
Proses Pengembangan Masih Bertahap
Meski telah diperkenalkan, pengembangan Zona Kehidupan Air Purba saat ini masih terus berlangsung. Nia menyebutkan bahwa pengerjaan wahana tersebut belum sepenuhnya rampung dan dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran.
Menurutnya, pengelola tetap menargetkan penyelesaian zona baru ini pada tahun 2026. Penyesuaian dilakukan agar pengembangan wahana tetap berjalan tanpa mengganggu operasional harian Taman Pintar.
Selain zona air purba, pengelola juga tengah menyiapkan Zona 180° yang diproyeksikan menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung. Kehadiran dua zona baru tersebut diharapkan mampu memperkaya metode pembelajaran interaktif yang menjadi ciri khas Taman Pintar Yogyakarta.
Dengan penambahan wahana baru, Taman Pintar optimistis dapat mempertahankan minat wisatawan di tengah persaingan destinasi wisata edukasi yang semakin beragam.
Aktivitas Kunjungan Menjelang Ramadan
Menjelang bulan suci Ramadan, aktivitas kunjungan di Taman Pintar masih didominasi oleh rombongan sekolah dari berbagai daerah. Banyak sekolah memilih untuk mempercepat agenda wisata edukasi sebelum memasuki masa puasa.
Kondisi ini menjadi peluang bagi pengelola untuk memperkenalkan berbagai pembaruan zona yang telah dilakukan sejak akhir tahun lalu. Rombongan pelajar tetap menjadi segmen utama pengunjung Taman Pintar, sejalan dengan konsep wisata edukasi yang diusung.
Terkait operasional selama Ramadan, Nia memastikan Taman Pintar tetap buka setiap hari. Meski demikian, akan ada penyesuaian jam kunjungan yang rencananya diumumkan mendekati awal bulan puasa agar pengunjung dapat menyesuaikan rencana perjalanan.
Penyesuaian tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung kelancaran operasional selama Ramadan.
Target Kunjungan Dan Penyegaran Wahana
Sejak akhir tahun lalu, manajemen Taman Pintar telah melakukan penyegaran besar-besaran di sejumlah zona. Pembaruan mencakup penambahan koleksi dinosaurus di zona fosil, revitalisasi zona imersif kehidupan air, hingga penyegaran tampilan zona air menari di area playground.
Langkah penyegaran ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pascapandemi untuk menarik kembali minat wisatawan. Dengan target yang dinilai realistis, manajemen Taman Pintar membidik sekitar 750.000 pengunjung sepanjang 2026.
Target tersebut diharapkan dapat tercapai seiring dengan hadirnya zona-zona baru yang menawarkan pengalaman belajar lebih variatif. Taman Pintar pun terus berupaya menegaskan perannya sebagai destinasi wisata edukasi unggulan di Yogyakarta yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya pengetahuan pengunjung dari berbagai usia.