MIND ID Kuasai Mayoritas Saham IBC, Pacu Perkembangan Industri Baterai Nasional

Selasa, 03 Februari 2026 | 10:29:08 WIB
MIND ID Kuasai Mayoritas Saham IBC, Pacu Perkembangan Industri Baterai Nasional

JAKARTA - BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID, kini resmi menjadi pemegang saham mayoritas di Indonesia Battery Corporation (IBC). 

Hal ini terjadi seiring berkurangnya porsi saham PLN di perusahaan tersebut. Perubahan ini menegaskan posisi MIND ID sebagai penggerak utama dalam industri baterai nasional.

Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, menjelaskan bahwa kepemilikan saham PLN berkurang dari sebelumnya 25% menjadi 7,5%. Saham yang dilepas itu kemudian diambil alih oleh MIND ID. "PLN masih ada, 7,5% sekarang," ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Perubahan struktur saham ini menempatkan MIND ID dalam posisi strategis untuk mengatur arah investasi dan pengembangan industri baterai di dalam negeri. MIND ID, melalui anak usahanya, kini mampu mengontrol keputusan penting terkait produksi dan ekspansi. Hal ini sekaligus memperkuat konsolidasi BUMN di sektor strategis.

Struktur Awal Pemegang Saham IBC

Sebelumnya, IBC merupakan konsorsium BUMN yang terdiri dari MIND ID, ANTAM, Pertamina New & Renewable Energy (NRE), dan PLN. Masing-masing entitas memegang porsi saham sebesar 25%. Struktur ini dirancang agar seluruh pemilik value chain dapat berkontribusi secara merata dalam industri baterai.

"Jadi saat itu pemegang saham IBC adalah Inalum yang saat itu bertindak sebagai Holding Industri Pertambangan atau MIND ID. Kemudian ANTAM, Pertamina dan PLN. Memang saat itu ideanya adalah bagaimana supaya pemilik value chain itu bisa berkontribusi di dalam industri baterai," jelas Aditya dalam rapat dengan Komisi XII.

Pola pembagian saham ini mencerminkan upaya untuk menyeimbangkan kepentingan berbagai BUMN. Setiap perusahaan memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan dampak positif pada pengembangan teknologi baterai. Dengan demikian, konsorsium ini awalnya dirancang untuk sinergi yang seimbang.

Perubahan Kepemilikan Saham Seiring Waktu

Seiring berjalannya waktu, struktur kepemilikan saham IBC mengalami perubahan signifikan. Kini, mayoritas saham dimiliki oleh MIND ID melalui Inalum dan ANTAM.

"Sehingga tadinya memang pemegang sahamnya bahkan rata, 25% untuk masing-masing entitas itu. Nah hanya saja seiring berjalannya waktu sekarang mayoritas dimiliki oleh MIND ID Group melalui Inalum dan Antam," tambah Aditya.

Konsolidasi ini menegaskan bahwa MIND ID berperan sebagai pengendali utama dalam strategi pengembangan industri baterai nasional. Perubahan ini memungkinkan koordinasi lebih efisien antar BUMN. Dampaknya terlihat pada penguatan posisi Indonesia di rantai nilai baterai global.

Peran dominan MIND ID juga membuka peluang untuk mempercepat pembangunan pabrik baterai dan pengembangan teknologi ramah lingkungan. Keputusan strategis kini lebih mudah diambil karena saham mayoritas berada di tangan satu entitas. Hal ini diharapkan dapat mempercepat target produksi dan distribusi baterai.

Rincian Kepemilikan Saham Saat Ini

Secara rinci, kepemilikan saham MIND ID di IBC dibagi menjadi dua bagian. ANTAM memegang 33,75% dan Inalum juga sebesar 33,75%. Dengan demikian, total kepemilikan MIND ID mencapai 67,5%.

Sementara itu, Pertamina NRE tetap mempertahankan 25% saham di perusahaan ini. Sedangkan PLN kini hanya memegang 7,5% saham. Struktur baru ini memperlihatkan bahwa MIND ID memiliki kontrol mayoritas yang jelas dalam pengambilan keputusan strategis.

Kepemilikan saham yang terpusat ini memudahkan koordinasi investasi, pengembangan fasilitas produksi, dan perluasan jaringan distribusi. Setiap keputusan terkait ekspansi atau kerjasama strategis dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Hal ini diharapkan mendukung target nasional dalam hilirisasi industri baterai.

Implikasi Strategis untuk Industri Baterai

Penguasaan mayoritas saham oleh MIND ID memberikan dampak strategis bagi industri baterai di Indonesia. Perusahaan kini mampu mengambil keputusan investasi dan operasional yang lebih terfokus. Hal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat rantai nilai baterai nasional.

Selain itu, konsolidasi ini memungkinkan pengembangan pabrik baterai dengan kapasitas besar serta penyerapan tenaga kerja yang signifikan. 

Upaya hilirisasi industri ini selaras dengan tujuan nasional untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Dengan kontrol mayoritas, MIND ID dapat memastikan strategi produksi dan distribusi berjalan optimal.

Ke depan, penguatan posisi MIND ID di IBC diharapkan mendorong kolaborasi lebih erat antara BUMN, mempercepat inovasi teknologi, dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. 

Konsentrasi kepemilikan saham menjadi kunci untuk menghadapi tantangan industri baterai yang semakin kompleks. Industri ini kini siap bergerak lebih cepat dan terarah berkat kepemilikan mayoritas MIND ID.

Terkini