Istana Tegaskan Prabowo Tetap Tenang Hadapi IHSG Anjlok

Senin, 02 Februari 2026 | 11:17:50 WIB
Istana Tegaskan Prabowo Tetap Tenang Hadapi IHSG Anjlok

JAKARTA - Gejolak pasar modal yang ditandai dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik. 

Namun, Istana menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak memicu kemarahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah justru mendorong semua pihak untuk tetap tenang dan berfokus mencari solusi atas tekanan yang terjadi di pasar saham nasional.

Penegasan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat ditemui di Sentul, Jawa Barat, 2 Februari 2026 Ia menepis anggapan bahwa Presiden menunjukkan reaksi emosional atas kondisi IHSG yang melemah. 

Menurut Prasetyo, sikap yang diharapkan dari seluruh pemangku kepentingan justru adalah memahami akar persoalan dan bersama-sama mencari jalan keluar terbaik.

“Enggak ya. Seharusnya kan begini, kita semua kan harusnya begitu ya, bukan hanya Presiden,” ujar Prasetyo.

Pemerintah Cari Akar Masalah Penurunan IHSG

Prasetyo menegaskan, pemerintah memandang penurunan IHSG sebagai fenomena yang harus dianalisis secara mendalam. Ia menyebut, hal terpenting bukan pada reaksi terhadap penurunan itu sendiri, melainkan pada pemahaman faktor-faktor yang melandasi terjadinya koreksi signifikan di pasar modal.

“Tetapi kan kita perlu pahami bahwa apa yang melandasi sampai terjadinya turunnya IHSG kita sangat signifikan kan begitu. Nah itulah yang kemudian kita cari jalan keluarnya,” sambungnya.

Ia menekankan bahwa penurunan IHSG tidak dapat dilihat secara parsial. Dinamika pasar saham Indonesia, menurutnya, juga dipengaruhi oleh sentimen global, pergerakan investor internasional, serta kondisi ekonomi dunia. Oleh karena itu, respons pemerintah diarahkan pada langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.

Di tengah situasi tersebut, Prasetyo tetap menyampaikan optimisme. Ia meyakini bahwa IHSG memiliki potensi untuk kembali menguat, seiring dengan upaya yang dilakukan berbagai pihak dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

“Doanya, bismillah IHSG meroket,” ucap Prasetyo.

Gejolak Pasar Diikuti Mundurnya Petinggi OJK Dan BEI

Gejolak pasar saham yang terjadi belakangan ini turut diikuti oleh dinamika di lembaga pengawas dan pengelola pasar modal. Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mengundurkan diri di tengah tekanan yang melanda pasar saham Indonesia.

Pengunduran diri tersebut terjadi setelah IHSG mengalami penurunan selama dua hari perdagangan berturut-turut dan memicu penghentian sementara perdagangan saham. Situasi ini mencerminkan besarnya tekanan yang dirasakan oleh pelaku pasar dan regulator di tengah ketidakpastian global.

Tekanan terhadap pasar modal Indonesia juga dipicu oleh kekhawatiran investor internasional. Salah satu pemicunya adalah peringatan dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International atau MSCI terhadap pasar saham Indonesia. Peringatan tersebut memengaruhi persepsi investor dan berdampak pada arus modal di pasar domestik.

Setelah pengunduran diri Iman Rachman, dinamika berlanjut dengan mundurnya sejumlah petinggi Otoritas Jasa Keuangan. OJK awalnya mengumumkan pengunduran diri Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. Keputusan tersebut kemudian diikuti oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK IB Aditya Jayaantara.

Tidak lama berselang, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara juga menyatakan pengunduran diri. Rangkaian keputusan tersebut menandai fase penting dalam upaya pembenahan dan pemulihan kepercayaan pasar.

Tanggung Jawab Moral Dan Harapan Pemulihan

Mahendra Siregar menjelaskan bahwa keputusannya bersama jajaran OJK untuk mundur merupakan bentuk tanggung jawab moral. Ia menegaskan, pengunduran diri tersebut dimaksudkan untuk mendukung terciptanya langkah-langkah pemulihan yang diperlukan di tengah tekanan pasar modal.

Menurut Mahendra, situasi yang dihadapi pasar saham Indonesia membutuhkan respons yang tegas dan terukur. Dengan adanya pengunduran diri tersebut, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih efektif dan kepercayaan investor dapat kembali dibangun.

Di sisi lain, Istana menilai dinamika yang terjadi harus disikapi secara proporsional. Pemerintah menekankan pentingnya koordinasi antara regulator, pelaku pasar, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga.

Prasetyo kembali menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak memandang situasi ini dengan kemarahan, melainkan dengan sikap tenang dan fokus pada solusi. Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan pasar dan memastikan kebijakan yang diambil mampu merespons tantangan secara tepat.

Dengan berbagai langkah yang ditempuh, pemerintah berharap IHSG dapat kembali bergerak positif. Optimisme tersebut didasari keyakinan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan mampu menopang pemulihan pasar modal dalam jangka menengah dan panjang.

Terkini