Pramono Ajak Wali Kota Jakbar Tegakkan Aturan Sampah

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:04:27 WIB
Pramono Ajak Wali Kota Jakbar Tegakkan Aturan Sampah

JAKARTA - Dalam upaya mencegah bencana banjir yang kerap melanda Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. 

Menurut Pramono, salah satu kebiasaan yang memperburuk kondisi lingkungan adalah tindakan membuang sampah sembarangan, terutama di sungai dan saluran air. 

Untuk itu, ia meminta Wali Kota Jakarta Barat agar lebih serius menggalakkan larangan buang sampah sembarangan dan memastikan tindakan tegas diterapkan, termasuk dengan membuat peraturan daerah jika diperlukan.

Kesadaran Masyarakat dan Tantangan Kebiasaan Membuang Sampah

Pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah di Jakarta menjadi sorotan utama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. 

Dalam kunjungannya ke Kali Sepak, salah satu titik rawan sampah, Pramono menyebutkan bahwa kebiasaan membuang sampah ke sungai dapat memperburuk aliran air di saluran-saluran utama seperti Cengkareng Drain. 

Kondisi ini tidak hanya berisiko menimbulkan banjir, tetapi juga memperburuk masalah drainase yang sudah menjadi persoalan lama di ibu kota. 

“Jangan sampai tata ruang Jakarta yang sudah padat ini diperburuk dengan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan,” ujar Pramono.

Menurutnya, meskipun tata ruang Jakarta sulit diubah karena sudah terlalu padat, pengelolaan sampah yang lebih baik harus menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi dampak bencana. 

Oleh karena itu, Pramono meminta Wali Kota Jakarta Barat untuk melakukan pendekatan yang lebih tegas terhadap warga, dengan membuat peraturan yang mengatur tentang larangan membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan sungai dan saluran air.

Tindak Cepat Wali Kota Jakarta Barat Pasca Banjir

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menanggapi serius instruksi Gubernur Pramono dan memimpin langsung upaya pemulihan pascabanjir di wilayahnya. 

Setelah banjir surut, Iin segera menggerakkan timnya untuk membersihkan lingkungan dari tumpukan sampah yang tersebar akibat genangan air. 

“Kami langsung memantau kondisi lingkungan dan mengidentifikasi titik-titik penumpukan sampah di permukiman warga,” ujar Iin, menjelaskan bahwa langkah cepat ini penting untuk menghindari dampak lanjutan seperti bau tak sedap dan potensi gangguan kesehatan masyarakat.

Pemerintah Kota Jakarta Barat bekerja sama dengan warga melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan. 

Dalam proses tersebut, sekitar 20 truk sampah dikerahkan untuk mengangkut sampah-sampah tersebut ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Meski demikian, pengangkutan sampah masih terus berlangsung karena volume sampah yang cukup besar. 

Iin menegaskan bahwa penanganan sampah pascabanjir akan terus diprioritaskan untuk mencegah masalah kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Permasalahan Sampah Jakarta yang Terus Meningkat

Selain persoalan sampah pascabanjir, Jakarta juga menghadapi masalah jangka panjang yang lebih besar, yaitu tingginya volume sampah yang dihasilkan setiap harinya. Menurut data, Jakarta memproduksi sekitar 7.700 hingga 8.200 ton sampah per hari. 

Angka ini menunjukkan tantangan besar dalam hal pengelolaan sampah yang harus dihadapi oleh pemerintah kota, baik dalam pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan akhir sampah.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), produksi sampah Jakarta pada tahun 2024 diperkirakan mencapai sekitar 3,1 hingga 3,2 juta ton per tahun, atau setara dengan 8.600 hingga 8.700 ton per hari.

 Timbunan sampah yang terus meningkat ini juga membuat TPST Bantargebang di Bekasi semakin penuh, dengan estimasi volume sampah yang sudah mencapai sekitar 55 juta ton. Hal ini menuntut pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam mengurangi sampah, mulai dari hulu hingga hilir.

Solusi dan Langkah Pengelolaan Sampah yang Tepat

Masalah sampah yang terus meningkat memerlukan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan. Pemerintah DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mengelola sampah secara lebih efisien, termasuk memperkuat sistem pengolahan sampah, mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, dan meningkatkan kapasitas TPST di Bantargebang. 

Selain itu, kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat juga menjadi hal yang sangat diperlukan untuk mengurangi produksi sampah dan meningkatkan efisiensi dalam pengolahan sampah di ibu kota.

Pramono Anung juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, dengan cara mengurangi sampah plastik dan memilih produk yang lebih ramah lingkungan. 

“Masyarakat harus diajak untuk menjadi bagian dari solusi, dengan menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi sampah yang dihasilkan,” tambahnya.

Pemerintah Jakarta berencana untuk terus memperkuat regulasi terkait pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Dalam jangka panjang, hal ini diharapkan dapat mengurangi dampak buruk sampah terhadap kesehatan dan kelancaran aliran drainase di Jakarta. 

Salah satu langkah yang bisa diambil adalah menerapkan peraturan yang lebih tegas mengenai larangan membuang sampah sembarangan, terutama di wilayah rawan banjir dan saluran air.

Menjaga Kebersihan Jakarta untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Melihat permasalahan sampah yang semakin meningkat, Pramono Anung menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik adalah investasi jangka panjang bagi Jakarta. 

“Kebersihan Jakarta adalah tanggung jawab kita bersama. Jika kita tidak segera bertindak, dampaknya akan semakin besar, terutama dalam hal banjir dan pencemaran lingkungan,” kata Pramono.

Dalam upaya ini, pemerintah berharap masyarakat Jakarta dapat lebih sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan mendukung kebijakan yang diambil untuk mengatasi masalah sampah. Melalui penguatan peraturan, edukasi, dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Jakarta dapat mengatasi permasalahan sampah dengan lebih efektif.

Terkini