MHU Uji Coba Truk Listrik untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya

Rabu, 28 Januari 2026 | 10:08:07 WIB
MHU Uji Coba Truk Listrik untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya

JAKARTA - PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan dari MMSGI, kini memasuki tahap baru dalam inovasi operasional tambangnya dengan melakukan uji coba truk angkut listrik (electric vehicle/EV hauling truck) di lokasi tambangnya di Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

Langkah ini tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen MHU dalam menerapkan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan dan efisien energi.

Menguji Kesiapan Teknologi Kendaraan Listrik di Sektor Tambang

Uji coba truk listrik ini menggunakan SANY 445 EV Dump Truck, yang diharapkan mampu memberikan gambaran lebih jelas mengenai kemampuan kendaraan listrik di medan tambang yang cukup berat. 

Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo, menjelaskan bahwa pengujian langsung di area tambang dilakukan untuk menilai performa hauling, ketahanan unit, serta jam kerja aktual kendaraan dalam kondisi operasional yang sebenarnya.

"Evaluasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa teknologi ini dapat diandalkan dan efektif dalam kondisi operasional yang ekstrem," kata Aris.

Menurutnya, setiap penerapan teknologi baru di tambang harus didasarkan pada data lapangan yang akurat dan evaluasi menyeluruh, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih matang.

Teknologi Truk Listrik untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya

SANY 445 EV Dump Truck yang diuji coba memiliki spesifikasi yang mengesankan. Truk ini dilengkapi dengan motor listrik berdaya hingga 460 kW dan torsi 2.900 Nm, serta baterai CATL berkapasitas 400 kWh. 

Sistem pengisian daya yang digunakan mampu mengisi baterai dengan daya 360 kW, sementara fitur keselamatan juga telah ditambahkan untuk mendukung operasional tambang yang aman.

Salah satu keuntungan utama dari penggunaan truk listrik ini adalah efisiensi biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan dengan truk diesel. 

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, total biaya siklus dump truck diesel yang dipakai selama empat tahun atau sekitar 16.000 jam kerja tercatat sekitar Rp11,11 miliar, atau sekitar Rp690.800 per jam. 

Sementara itu, untuk EV dump truck, total biaya siklusnya diperkirakan sekitar Rp6,71–7,15 miliar atau sekitar Rp423.900–439.600 per jam. Hal ini berarti, dengan menggunakan truk listrik, MHU berpotensi menghemat biaya operasional hingga 40%.

"Penghematan biaya ini merupakan salah satu alasan utama MHU menguji coba teknologi truk listrik. Dengan biaya operasional yang lebih rendah, kami dapat memperbaiki efisiensi dalam jangka panjang dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil," kata Kemal Djamil Siregar, Presiden Direktur MHU.

Komitmen pada Keberlanjutan dan Transisi Energi

Uji coba truk angkut listrik ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan MHU untuk mengurangi emisi karbon dan memitigasi dampak lingkungan dari operasional tambang. 

Langkah ini juga merupakan kelanjutan dari penerapan teknologi hybrid yang dimulai pada awal tahun 2025 melalui program HYDRUM (Hybrid Dumptruck for Responsible Energy Use in Mining). Program HYDRUM telah berhasil menurunkan konsumsi bahan bakar dan emisi, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

"Dengan penerapan teknologi hybrid dan uji coba truk listrik ini, kami ingin memastikan bahwa transisi energi yang kami lakukan bisa terukur dan berlangsung secara bertahap," kata Kemal. 

Teknologi hybrid yang diterapkan sebelumnya telah memberikan dampak positif dalam hal pengurangan konsumsi bahan bakar, dan kini MHU berusaha untuk melangkah lebih jauh dengan memperkenalkan kendaraan listrik ke dalam armada tambangnya.

Persiapan Infrastruktur dan Keselamatan Operasional

Dalam uji coba ini, MHU juga mempertimbangkan faktor infrastruktur dan dukungan operasional yang dibutuhkan untuk mendukung pengoperasian truk listrik di tambang. 

Akses pasokan listrik dari PLN yang memadai menjadi salah satu faktor yang sangat mendukung pengembangan elektrifikasi di tambang tersebut. 

Selain itu, proyeksi umur tambang jangka panjang yang mendukung juga membuka peluang bagi MHU untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan ini lebih luas ke depannya.

Sebagai bagian dari uji coba, MHU juga memastikan bahwa aspek keselamatan operasional tetap menjadi prioritas utama. Fitur keselamatan yang terdapat pada truk angkut listrik ini dirancang untuk menghadapi tantangan operasional di tambang, termasuk kondisi medan yang berat dan waktu kerja yang panjang.

Secara keseluruhan, MHU menilai bahwa implementasi kendaraan listrik dalam operasional tambang memiliki potensi besar untuk menciptakan efisiensi biaya yang signifikan dan mendukung komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan. 

MHU berencana untuk melanjutkan pengembangan teknologi ini lebih lanjut, dengan mempertimbangkan hasil uji coba yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan di masa depan.

Terkini