Menhub Tegaskan Konektivitas Transportasi di Sumatera Akan Tetap Terjaga

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:17:33 WIB
Menhub Tegaskan Konektivitas Transportasi di Sumatera Akan Tetap Terjaga

JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa konektivitas transportasi di Sumatera tetap menjadi prioritas utama pascabencana banjir dan tanah longsor. 

Tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menjadi perhatian khusus pemerintah. Langkah ini penting untuk menjaga distribusi logistik dan aktivitas masyarakat tetap lancar.

Pemerintah menekankan penggerakan sumber daya secara maksimal untuk penanganan darurat di wilayah terdampak. 

Kementerian Perhubungan fokus pada perbaikan, peningkatan, dan pembangunan kembali prasarana serta sarana transportasi yang rusak. Upaya ini memastikan mobilitas masyarakat dan pengiriman bantuan kemanusiaan tidak terhambat.

Selain itu, kementerian menyesuaikan strategi dengan kondisi di lapangan untuk menjamin efektivitas penanganan bencana. Survei perlengkapan jalan dan pengoperasian kembali angkutan perintis menjadi langkah awal. Semua langkah dilakukan demi kelancaran transportasi selama masa tanggap darurat berlangsung.

Dukungan Transportasi Multimoda

Distribusi bantuan kemanusiaan dilakukan melalui moda transportasi laut, udara, dan kereta api. Penetapan tarif Rp 0 untuk tol laut serta diskon jasa kepelabuhanan membantu mempercepat pengiriman bantuan. Langkah ini memastikan kebutuhan pokok dan obat-obatan dapat segera sampai ke masyarakat terdampak.

Selain itu, kementerian mengerahkan taruna transportasi untuk mendukung penanganan lapangan. Sebanyak 146 taruna di Aceh, 143 taruna di Sumatera Utara, dan 177 taruna di Sumatera Barat membantu membersihkan fasilitas umum. Mereka juga berperan dalam penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak bencana.

Unit pelaksana teknis dan simpul transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian turut dikerahkan. Penempatan unit di titik rawan bencana mempermudah koordinasi dan respons cepat. Pendekatan ini meningkatkan kecepatan penanganan serta memperkuat kesiapsiagaan di wilayah terdampak.

Armada Udara Siaga untuk Respons Cepat

Sebanyak 19 armada transportasi udara disiapkan untuk menunjang operasi tanggap darurat. Armada terdiri dari 12 pesawat terbang dan tujuh helikopter yang disiagakan di tujuh bandara lokasi bencana. Kehadiran armada ini memungkinkan distribusi bantuan berjalan cepat dan efisien.

Armada udara juga mempermudah pengawasan dan pemantauan kondisi lapangan. Keberadaan helikopter memungkinkan transportasi logistik ke daerah yang sulit dijangkau. Strategi ini meningkatkan efektivitas respons bencana dan meminimalkan gangguan mobilitas masyarakat.

Selain itu, armada udara membantu koordinasi antarunit transportasi di darat dan laut. Integrasi ini memperkuat sistem tanggap darurat dan memastikan bantuan mencapai wilayah yang paling membutuhkan. Dengan demikian, peran armada udara menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana di Sumatera.

Dampak Bencana pada Infrastruktur Transportasi

Di Provinsi Aceh, bencana berdampak pada tiga terminal tipe A, satu terminal tipe B, serta jalur rel kereta sepanjang 30 kilometer dengan 65 titik terdampak. 

Sumatera Utara mengalami kerusakan satu terminal tipe A dan jalur rel Medan–Binjai serta Binjai–Besitang sepanjang 99 kilometer pada 88 titik lokasi. Di Sumatera Barat, jalur rel Padang–Lubuk Alung–Kayu Tanam sepanjang 52 kilometer terdampak pada delapan titik.

Selain itu, perlengkapan jalan seperti marka, rambu, alat penerangan, guardrail, dan lampu peringatan mengalami kerusakan. Kerusakan ini memerlukan perbaikan segera agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. Perbaikan infrastruktur menjadi prioritas agar transportasi berjalan lancar dan aman.

Kementerian menekankan pentingnya pemulihan fasilitas transportasi untuk mendukung aktivitas masyarakat pascabencana. Semua sarana dan prasarana harus kembali berfungsi optimal. Hal ini menjadi landasan agar mobilitas ekonomi dan sosial tetap terjaga.

Strategi Kementerian dalam Penanganan Bencana

Menhub menegaskan strategi kementerian adalah menjaga konektivitas transportasi di seluruh provinsi terdampak. Langkah ini meliputi pemantauan berkala, perbaikan prasarana, serta pengoperasian kembali sarana transportasi. Strategi ini memastikan distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan tetap lancar.

Peningkatan koordinasi antara unit darat, laut, udara, dan perkeretaapian menjadi kunci keberhasilan. Setiap langkah di lapangan diawasi secara intensif untuk menjamin efektivitas operasi. Hal ini membuat penanganan bencana lebih terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain itu, keterlibatan taruna transportasi di lapangan menjadi bagian penting dalam mendukung strategi kementerian. Mereka membantu pembersihan fasilitas umum dan distribusi bantuan pokok. Kehadiran mereka memastikan kecepatan dan ketepatan dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Terkini

Kereta Api Jadi Pilihan Wisatawan Asing di Sumsel

Rabu, 28 Januari 2026 | 13:56:57 WIB

Sri Mulyani Masuk Gates Foundation, Peran Global Baru

Rabu, 28 Januari 2026 | 13:56:56 WIB

Prabowo Matangkan Rencana Kampus RI Inggris di Hambalang

Rabu, 28 Januari 2026 | 13:56:55 WIB

Insentif Mobil Listrik Dorong Hilirisasi Nikel Nasional

Rabu, 28 Januari 2026 | 13:56:54 WIB

Anak Usaha ENRG Temukan Cadangan Minyak Baru Riau

Rabu, 28 Januari 2026 | 13:56:53 WIB