Awas!! Beberapa Makanan Ini Bisa Menjadi Racun Jika Dipanaskan Kembali

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:09:19 WIB
Awas!! Beberapa Makanan Ini Bisa Menjadi Racun Jika Dipanaskan Kembali

JAKARTA - Terkadang kita merasa malas membuang makanan sisa dan memilih untuk memanaskannya lagi. Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa jenis makanan yang justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan jika dipanaskan ulang? 

Makanan tersebut bisa mengandung senyawa berbahaya atau berkembang biak bakteri yang berbahaya. Untuk itu, penting untuk mengetahui jenis makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan kembali.

Menurut IPB University, dosen Departemen Gizi Masyarakat Karina Rahmadia Ekawidyani, ada beberapa kategori makanan yang tidak aman jika dipanaskan lagi. 

Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa tertentu atau potensi kontaminasi bakteri. Berikut adalah daftar makanan yang sebaiknya dihindari untuk dipanaskan ulang.

Makanan dengan Kandungan Nitrat yang Tinggi

Bayam adalah salah satu contoh makanan yang tidak disarankan untuk dipanaskan lagi. Bayam mengandung nitrat dalam jumlah tinggi yang, jika dipanaskan kembali, bisa berubah menjadi senyawa berbahaya bagi tubuh. 

Ini terutama berisiko bagi orang dengan kondisi medis tertentu, seperti penderita penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.

Oleh karena itu, untuk memastikan bayam tetap aman dikonsumsi, sebaiknya kamu menyantapnya dalam keadaan segar dan segera mengonsumsinya setelah dimasak. 

Jangan biarkan bayam terlalu lama tergeletak di meja makan atau di dalam lemari es. Jika perlu, simpan dengan cara yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga.

Bakteri Berbahaya pada Kentang yang Dipanaskan Ulang

Kentang termasuk dalam kategori makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan ulang, terutama jika disimpan dalam kondisi yang tidak tepat. 

Kentang yang dipanaskan berkali-kali berpotensi mengandung bakteri Clostridium botulinum yang bisa menyebabkan keracunan. Bakteri ini berkembang pesat pada kentang yang disimpan pada suhu ruangan dalam waktu lama, bahkan sebelum dipanaskan kembali.

Untuk menghindari risiko ini, simpan kentang yang sudah dimasak di tempat yang sejuk atau di dalam kulkas. Jangan biarkan kentang matang dalam suhu ruangan lebih dari dua jam. 

Selain itu, pastikan kamu hanya memanaskan kentang satu kali saja untuk menjaga kualitasnya dan menghindari risiko bakteri tersebut berkembang biak.

Telur yang Dipanaskan Bisa Menjadi Berisiko

Mungkin kamu pernah memanaskan telur yang sudah dimasak, seperti telur rebus atau telur orak-arik. 

Namun, tahukah kamu bahwa memanaskan telur yang sudah dimasak bisa merusak kandungan proteinnya dan mengubah teksturnya menjadi kenyal? Bahkan, telur yang dipanaskan kembali bisa mengeluarkan aroma belerang yang tidak sedap.

Lebih buruknya lagi, telur yang dipanaskan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri jika tidak disimpan dengan benar. Oleh karena itu, sebaiknya telur dimakan segera setelah dimasak atau disimpan dengan baik di dalam kulkas dan tidak dipanaskan kembali terlalu sering. Mengonsumsi telur segar selalu lebih aman dan lebih menyehatkan.

Daging Ayam yang Memiliki Risiko Tersisa Bakteri

Daging ayam adalah bahan makanan yang juga sebaiknya tidak dipanaskan kembali, apalagi jika sudah dipanaskan lebih dari satu kali. Hal ini karena pemanasan yang berulang bisa mengurangi kualitas protein pada ayam dan membuat teksturnya menjadi keras. 

Selain itu, jika ayam tidak disimpan dalam kondisi yang tepat, bakteri seperti Salmonella dan Campylobacter bisa berkembang biak.

Idealnya, ayam yang telah dimasak dan disimpan sisa harus segera dikonsumsi dalam waktu singkat atau disimpan dengan rapat dalam wadah kedap udara di dalam kulkas. 

Jika memang perlu dipanaskan, pastikan untuk memanaskan ayam hanya satu kali, dengan suhu yang cukup panas agar bakteri tidak berkembang.

Seafood yang Rentan terhadap Perubahan Tekstur dan Bakteri

Makanan laut, seperti udang, ikan, dan kerang, adalah makanan yang sangat rentan terhadap perubahan tekstur dan perkembangan bakteri jika dipanaskan ulang. 

Makanan laut mengandung kadar air yang tinggi, yang membuatnya mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme setelah dimasak dan disimpan.

Untuk mencegah risiko tersebut, sebaiknya seafood langsung dikonsumsi setelah dimasak. Jika memang harus disimpan, pastikan kamu menyimpannya di dalam kulkas dan mengonsumsinya secepatnya. Memanaskan seafood berulang kali berisiko membuat teksturnya rusak dan mengurangi kandungan nutrisinya.

Jamur yang Kehilangan Kandungan Protein dan Nutrisi

Jamur merupakan bahan makanan kaya akan protein, tetapi jika dipanaskan ulang, kandungan nutrisinya bisa berkurang. Bahkan, ada risiko jamur bisa mengandung radikal bebas atau nitrogen teroksidasi yang berbahaya bagi tubuh.

Sebaiknya, jamur hanya dimasak dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan, dan tidak disimpan atau dipanaskan lebih dari sekali. Bila ada sisa jamur, lebih baik disimpan dengan cara yang benar dan dimakan dalam waktu singkat setelah dimasak.

Nasi yang Bisa Menyebabkan Keracunan Jika Dipanaskan Kembali

Mungkin hal ini terdengar mengejutkan, tetapi nasi termasuk makanan yang tidak disarankan untuk dipanaskan ulang. Nasi yang disimpan pada suhu ruangan terlalu lama dan dipanaskan kembali bisa mengandung bakteri Bacillus cereus.

 Bakteri ini berkembang biak dengan cepat di nasi yang dibiarkan pada suhu ruangan, dan bisa menghasilkan racun yang berisiko menyebabkan keracunan.

Untuk menghindari hal ini, pastikan nasi yang sudah dimasak disimpan dalam wadah tertutup dan didinginkan segera setelah makan. Jangan biarkan nasi berada dalam suhu ruangan lebih dari dua jam. Jika ingin memanaskannya, pastikan nasi sudah disimpan dengan benar dalam kulkas dan dipanaskan dengan suhu tinggi.

Pentingnya Memahami Proses Pemanasan Makanan

Dengan mengetahui makanan mana yang tidak seharusnya dipanaskan kembali, kamu bisa menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi serta kesehatan tubuh. 

Perhatikan cara penyimpanan yang benar dan hindari memanaskan makanan lebih dari satu kali. Selalu pastikan bahwa makanan yang dipanaskan mencapai suhu yang aman agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Terkini