JAKARTA - Penyakit kronis yang dulu dianggap milik lansia kini semakin sering menyerang orang muda.
Pergeseran ini dipicu oleh gaya hidup modern, pola makan kurang sehat, dan tekanan kerja yang tinggi. Akibatnya, orang berusia 20-an hingga 40-an berisiko hidup lebih lama dengan komplikasi dan biaya pengobatan yang tinggi.
Perubahan ini juga menjadi tantangan bagi sistem kesehatan. Pemerintah harus menyediakan lebih banyak sumber daya untuk perawatan jangka panjang. Keluarga turut merasakan tekanan finansial karena biaya rawat inap, obat-obatan, dan penurunan kapasitas penghasilan.
Kesadaran dini menjadi kunci agar penyakit kronis dapat dicegah. Mengetahui gejala awal dan faktor risiko membuat penanganan lebih cepat dan efektif. Dengan demikian, masa produktif tetap bisa dijalani dengan tubuh yang sehat.
Diabetes Tipe 2 dan Hipertensi
Diabetes tipe 2 dulu umumnya dialami orang di atas 40 tahun. Saat ini, penyakit ini muncul bahkan pada remaja dan dewasa muda karena obesitas dan gaya hidup kurang aktif. Resistensi insulin yang berkembang lebih cepat pada usia muda meningkatkan risiko komplikasi seperti kerusakan saraf dan gagal ginjal.
Hipertensi juga sudah tidak lagi identik dengan lansia. Banyak orang di bawah 45 tahun kini mengalaminya secara diam-diam. Tekanan darah tinggi merusak arteri dan membuka jalan bagi stroke serta serangan jantung di usia produktif.
Faktor pola makan buruk dan stres memperparah hipertensi pada orang muda. Kondisi ini sering resistan terhadap pengobatan sederhana. Oleh karena itu, menjaga tekanan darah sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Penyakit Kardiovaskular dan Kanker
Penyakit jantung dan arteri koroner kini makin sering muncul pada orang di bawah 35 tahun. Penumpukan plak akibat kolesterol tinggi dan peradangan menjadi penyebab utama. Ironisnya, angka kematian akibat masalah jantung di kelompok usia muda justru meningkat.
Kanker seperti kolorektal, payudara, dan pankreas yang dulu jarang terjadi pada orang muda kini semakin umum. Tumor pada tubuh muda sering tumbuh lebih agresif. Tingkat kelangsungan hidup lebih rendah karena diagnosis sering terlambat, sehingga pencegahan dan deteksi dini sangat penting.
Kesadaran akan gejala kanker pada usia produktif menjadi kunci. Pemeriksaan rutin dan pengawasan terhadap pola hidup sehat membantu menurunkan risiko. Dengan langkah ini, pencegahan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang parah.
Stroke dan Demensia pada Usia Muda
Stroke yang dulunya jarang menyerang orang muda kini menjadi lebih umum. Sumbatan atau perdarahan di otak akibat tekanan darah tinggi atau gangguan irama jantung dapat menyebabkan kelumpuhan dan penurunan fungsi kognitif. Pemulihan stroke pada usia produktif berdampak besar pada karier dan kehidupan keluarga.
Demensia dan Alzheimer juga mulai muncul pada orang dewasa muda, dikenal sebagai young-onset dementia (YOD). Gejalanya meliputi kehilangan ingatan, kebingungan, dan perubahan perilaku.
Faktor penyebab YOD termasuk genetik, trauma kepala, penyalahgunaan alkohol, dan masalah vaskular, sehingga pencegahan sebagian dapat dilakukan dengan gaya hidup sehat.
Orang muda yang mengalami demensia menghadapi tantangan ganda. Karier dan peran keluarga terganggu, serta risiko depresi meningkat. Skrining dini dan perubahan gaya hidup dapat membantu menunda timbulnya gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
Strategi Pencegahan untuk Kaum Muda
Banyak faktor risiko penyakit kronis dapat dimodifikasi melalui gaya hidup sehat. Pola makan seimbang dengan biji-bijian utuh, sayuran, buah, dan lemak sehat membantu mencegah obesitas dan diabetes. Makanan ultra-proses dan minuman manis sebaiknya dibatasi untuk menjaga metabolisme tetap optimal.
Olahraga rutin lima kali seminggu yang memadukan latihan aerobik dan kekuatan mendukung kesehatan jantung dan metabolisme.
Menghindari rokok dan alkohol juga penting karena keduanya meningkatkan risiko kanker dan penyakit kardiovaskular. Manajemen stres melalui tidur cukup, relaksasi, dan dukungan sosial membantu menjaga kesehatan mental dan fisik.
Pemeriksaan kesehatan rutin untuk tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan berat badan memungkinkan deteksi dini masalah kesehatan.
Kesadaran terhadap tanda tubuh yang tidak biasa mempermudah pencegahan dan pengobatan. Masa muda seharusnya digunakan untuk membangun masa depan, bukan menghadapi penyakit yang bisa dicegah.