JAKARTA - Pocari Sweat Run 2026 akan kembali hadir di Indonesia, mengundang ribuan pelari untuk bergabung dalam dua lokasi ikonik, yaitu Lombok dan Bandung. Menariknya, ada perubahan dalam urutan pelaksanaan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Untuk pertama kalinya, Lombok akan menjadi tuan rumah yang membuka ajang ini, diikuti Bandung yang menyusul di bulan September. Pergantian jadwal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi peserta, terutama yang mempertimbangkan faktor cuaca.
Lombok dan Bandung: Lokasi Baru yang Memikat Peserta Lari
Pocari Sweat Run, yang dikenal sebagai salah satu ajang lari terbesar di Indonesia, tahun ini hadir dengan konsep baru. Dimulai dari Lombok pada 11-12 Juli 2026, kemudian dilanjutkan di Bandung pada 19-20 September 2026.
Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, menjelaskan bahwa perubahan urutan ini didasarkan pada masukan dari peserta tahun lalu yang menyatakan bahwa suhu panas di Lombok pada bulan September kurang mendukung kegiatan lari.
"Juli adalah waktu yang lebih nyaman untuk berlari di Lombok karena cuaca di sana lebih sejuk berkat angin Australia. Kami berharap perubahan ini akan memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi para pelari," ujar Wina.
Tiket dan Pendaftaran: Segera Catat Tanggalnya!
Bagi yang ingin bergabung dalam ajang lari ini, penting untuk mencatat tanggal pendaftaran yang sudah ditentukan. Pendaftaran untuk Pocari Sweat Run Lombok akan dimulai pada 26 Januari 2026, sedangkan untuk ajang di Bandung dimulai pada 2 Februari 2026, tepatnya pukul 12 WIB. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tiket untuk lomba ini diprediksi akan cepat habis, khususnya untuk kategori yang diadakan di Bandung.
"Waktu pendaftaran dibuka, tiket untuk Bandung sering kali habis dalam waktu kurang dari satu jam," ujar Wina.
Ia juga menambahkan bahwa peserta yang tidak kebagian tiket untuk lomba di Bandung dapat mempertimbangkan untuk berpartisipasi di Sirkuit Mandalika, Lombok, yang juga memiliki kapasitas besar untuk menampung pelari.
Kategori Lomba yang Tersedia: Pilih Sesuai Kemampuan dan Keinginan
Setiap kota akan menyajikan kategori lomba yang berbeda, menyesuaikan dengan kondisi lokasi dan waktu pelaksanaan. Untuk di Lombok, peserta dapat memilih empat kategori, yakni 4,3K, 10K, Half Marathon, dan Marathon. Uniknya, kategori 4,3K yang diadakan di Sirkuit Mandalika akan dilaksanakan menjelang matahari terbenam pada 11 Juli 2026. Peserta hanya perlu berlari satu putaran di sirkuit tersebut, karena panjang lintasan memang 4,3 kilometer.
Sementara itu, di Bandung, ajang ini hanya menyediakan dua kategori, yakni 10K dan Half Marathon. Peserta di Bandung akan berlari pada dua hari yang berbeda, dengan 10K dilaksanakan pada 19 September 2026 dan Half Marathon pada 20 September 2026.
Selain itu, ajang virtual juga disediakan dengan empat kategori, termasuk Kids, 3K, 5K, dan 10K, yang memungkinkan pelari dari berbagai daerah untuk ikut serta tanpa harus hadir secara langsung.
Dukungan Akomodasi dan Pariwisata: Memperkuat Daya Tarik Destinasi
Selain aspek olahraga, Pocari Sweat Run 2026 juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di Indonesia, terutama di Lombok dan Bandung. Untuk Bandung, Wali Kota M. Farhan memastikan ketersediaan akomodasi yang memadai untuk ribuan peserta.
"Kami memiliki 15 ribu kamar yang siap menampung pelari dan keluarga mereka, dengan berbagai pilihan akomodasi dari hotel bintang lima hingga Airbnb," ungkapnya.
Di Lombok, InJourney sebagai pengelola Sirkuit Mandalika juga memastikan bahwa aksesibilitas untuk peserta akan semakin mudah. Mereka berencana untuk menambah penerbangan dan menyiapkan berbagai fasilitas perjalanan agar pengalaman pelari semakin lancar.
"Kami berkomitmen untuk memastikan perjalanan para pelari dan keluarga mereka berjalan dengan baik, sambil menikmati pesona Lombok," jelas Direktur Utama InJourney, Maya Watono.
Pocari Sweat juga melihat ajang ini sebagai kesempatan untuk berkontribusi pada perekonomian daerah. Wina menambahkan bahwa tahun lalu, Pocari Sweat Run berkontribusi sekitar Rp150 miliar bagi pendapatan daerah, berkat partisipasi para pelari yang tidak hanya datang untuk berlomba, tetapi juga menghabiskan waktu berwisata di destinasi.
Dengan semakin berkembangnya acara ini, Pocari Sweat Run 2026 diharapkan dapat memicu pertumbuhan sektor olahraga dan pariwisata Indonesia. Ajang ini tidak hanya memberikan tantangan fisik bagi peserta, tetapi juga menjadi sarana untuk mengeksplorasi keindahan alam Indonesia sambil berlari.