Dorong Pertumbuhan UMKM, BRI Salurkan KUR Rp42,23 Triliun ke 975 Ribu Pelaku Usaha Lokal

Minggu, 11 Mei 2025 | 11:06:48 WIB

JAKARTA – Dalam upaya berkelanjutan untuk menggerakkan roda ekonomi rakyat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas jangkauan pembiayaan kepada pelaku usaha kecil melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir kuartal I tahun 2025, BRI mencatat penyaluran KUR sebesar Rp42,23 triliun, mencakup 24,13 persen dari pagu nasional KUR yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp175 triliun.

Program pembiayaan ini berhasil menjangkau 975 ribu pelaku UMKM di berbagai daerah, dari wilayah perkotaan hingga pedesaan. Dengan pencapaian tersebut, BRI memperkuat posisinya sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia.

BRI Dorong Transformasi Ekonomi Melalui Sektor Produktif

Lebih dari setengah dari total dana KUR yang disalurkan BRI dialokasikan untuk sektor-sektor produktif. Persentasenya mencapai 62,43 persen, yang menggambarkan pendekatan BRI dalam membangun fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sektor pertanian menjadi sektor yang paling diutamakan, dengan total penyaluran mencapai Rp18,09 triliun. Sektor ini dianggap sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional serta sumber penghidupan bagi jutaan penduduk Indonesia.

“Fokus pada sektor produktif, khususnya pertanian, memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. KUR yang kami salurkan tidak hanya memberi modal usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi desa,” jelas Agustya Hendy Bernadi, Corporate Secretary BRI.

Kebijakan ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan daya saing sektor agrikultur dan mempercepat pembangunan kawasan pedesaan.

Kualitas Kredit Terjaga, NPL Hanya 2,29%

Meski ekspansi kredit cukup agresif, BRI mampu menjaga kualitas kreditnya tetap sehat. Tercatat, NPL KUR BRI hanya sebesar 2,29 persen, jauh di bawah ambang batas industri yang dianggap wajar.

Capaian ini menegaskan bahwa proses evaluasi kelayakan usaha dan mitigasi risiko di BRI berjalan optimal. Penerapan digitalisasi dalam proses penyaluran KUR melalui sistem BRISPOT turut meningkatkan efisiensi dan akurasi penyaluran kredit kepada debitur yang layak.

“Kami terus memastikan bahwa setiap dana yang disalurkan melalui KUR benar-benar dimanfaatkan untuk tujuan produktif oleh pelaku UMKM. Ini bagian dari komitmen kami membangun ekosistem ekonomi yang tangguh,” ujar Hendy.

Dampak Ekonomi Meluas ke Daerah

Hasil dari penyaluran KUR BRI tak hanya dinikmati di pusat-pusat ekonomi besar, tetapi juga dirasakan oleh pelaku usaha di berbagai daerah. UMKM lokal mulai tumbuh dan berkembang, menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan konsumsi masyarakat setempat.

Program ini memberikan dorongan nyata terhadap penguatan ekonomi lokal, khususnya di daerah-daerah yang sebelumnya sulit mengakses sumber pembiayaan formal. Inisiatif tersebut terbukti efektif dalam mendorong inklusi keuangan, terutama bagi kelompok usaha kecil dan ultra-mikro.

Akses Mudah Lewat BRILink dan Digitalisasi

Keberhasilan BRI dalam menyalurkan KUR secara luas juga ditopang oleh infrastruktur perbankan yang masif dan inovatif. Melalui jaringan BRILink yang mencapai lebih dari 600 ribu agen, serta penerapan sistem digital seperti BRISPOT, proses pengajuan hingga pencairan KUR bisa dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.

Kombinasi antara jaringan fisik dan digital ini memungkinkan BRI untuk menjangkau debitur di daerah terpencil yang sebelumnya tidak memiliki akses terhadap layanan keuangan formal.

Terkini