Wisnus Menjadi Pilar Utama Sukses Pariwisata Indonesia 2026

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:55:15 WIB
Wisnus Menjadi Pilar Utama Sukses Pariwisata Indonesia 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa wisatawan nusantara (wisnus) merupakan kekuatan utama bagi stabilitas industri pariwisata nasional. 

Pemerintah optimistis target ambisius sebanyak 1,2 miliar perjalanan wisatawan domestik pada 2026 akan tercapai, sebagai bagian dari upaya memacu ekonomi lokal dan memperkuat sektor pariwisata secara merata.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan bahwa pertumbuhan pariwisata Indonesia tidak hanya bergantung pada wisatawan mancanegara, tetapi juga pada semangat warga Indonesia melakukan perjalanan di dalam negeri. 

“Saya perlu menggarisbawahi bahwa wisatawan nusantara adalah kekuatan utama pariwisata Indonesia. Kehadiran mereka memastikan setiap daerah tujuan wisata dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung, sesuai dengan preferensi unik para pelancong tersebut,” jelas Widiyanti.

Proyeksi pemerintah menunjukkan bahwa target nasional pergerakan wisnus sebesar 1,08 miliar perjalanan pada 2025 tidak hanya tercapai, tetapi berpotensi melebihi angka tersebut hingga 1,2 miliar perjalanan pada 2026.

Distribusi Wisatawan Nusantara Mulai Merata

Data tren perjalanan wisatawan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 menunjukkan pergeseran distribusi yang signifikan. Wisatawan nusantara kini mulai menjelajahi berbagai kota di Indonesia, tidak lagi terkonsentrasi pada destinasi populer saja.

“Kami melihat distribusi pergerakan wisatawan nusantara pada momen Nataru sudah jauh lebih merata ke berbagai wilayah. Dengan tren positif ini, insya Allah target 1,08 miliar perjalanan akan terlampaui, dan kami memproyeksikan angka ini mampu menembus 1,2 miliar perjalanan,” ujar Widiyanti.

Pemerataan ini menjadi indikator penting keberlanjutan sektor pariwisata, karena memungkinkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di berbagai daerah. Dampak positif pun dapat dirasakan hingga ke pelosok, tidak hanya di kota-kota besar.

Kinerja Destinasi Utama Bali

Meskipun fokus utama adalah wisatawan domestik, Bali tetap menjadi destinasi andalan. Menpar menjelaskan bahwa kunjungan wisnus ke Pulau Dewata sepanjang 2025 mencapai 9,28 juta orang. Meskipun jumlah ini masih tinggi, terdapat penurunan sekitar 700 ribu kunjungan dibandingkan 2024.

Sementara itu, sektor wisatawan mancanegara justru menunjukkan pertumbuhan positif. Laporan dari Angkasa Pura Bali dan Pemerintah Provinsi Bali mencatat kunjungan wisman hingga akhir Desember 2025 diperkirakan melampaui 7,05 juta orang, meningkat 11 persen dari tahun sebelumnya yang berada di kisaran 6,3 juta orang.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menambahkan bahwa penumpang internasional mendominasi trafik bandara hingga 63 persen sepanjang 2025. 

Peningkatan ini didorong penguatan konektivitas udara internasional, termasuk pengaktifan 13 rute internasional baru. Beberapa rute perdana meliputi Newcastle (Australia), Cheongju (Korea Selatan), Saigon (Vietnam), dan Sichuan (China).

Total penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai sepanjang tahun 2025 mencapai 24.125.161 orang. Dari jumlah tersebut, penumpang internasional berjumlah 15.177.283 orang, sedangkan penumpang domestik tercatat 8.947.878 orang atau setara 37 persen dari total trafik. 

Nugroho menilai data ini menunjukkan permintaan perjalanan ke Bali tetap positif sekaligus menegaskan posisi bandara sebagai pintu gerbang utama pariwisata nasional.

Strategi Pariwisata Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Indonesia menempatkan wisatawan nusantara sebagai fondasi utama pengembangan pariwisata. Kehadiran mereka tidak hanya memacu sektor transportasi, perhotelan, dan kuliner, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang.

Distribusi perjalanan yang lebih merata ke berbagai daerah mengindikasikan sektor pariwisata semakin inklusif. Dengan demikian, daerah yang sebelumnya kurang terekspos wisatawan dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung. 

Strategi ini sejalan dengan target pemerintah untuk mendorong pemerataan pembangunan ekonomi dan penguatan sektor pariwisata domestik.

Kemenpar optimistis bahwa dengan dukungan infrastruktur yang memadai, promosi yang gencar, serta kesadaran masyarakat untuk tetap melakukan perjalanan dalam negeri, target 1,2 miliar perjalanan wisnus pada 2026 bukan sekadar angka, melainkan tolok ukur keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan potensi wisatawan domestik.

Terkini