Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Penjualan Eceran Tetap Positif Tahun Ini

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:18:50 WIB
Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Penjualan Eceran Tetap Positif Tahun Ini

JAKARTA - Bank Indonesia memproyeksikan penjualan eceran pada Desember 2025 tetap menunjukkan tren positif. 

Indeks Penjualan Riil (IPR) diperkirakan meningkat 4,4 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga meski menghadapi tantangan ekonomi.

Kinerja positif penjualan eceran terutama ditopang oleh kelompok suku cadang dan aksesori kendaraan. Selain itu, makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama pertumbuhan. Kelompok barang budaya dan rekreasi serta bahan bakar kendaraan juga turut meningkatkan volume penjualan.

Tren Pertumbuhan Bulanan

Secara bulanan, penjualan eceran pada Desember 2025 diperkirakan naik 4,0 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 1,5 persen. Lonjakan ini mencerminkan adanya peningkatan permintaan selama periode libur nasional.

Peningkatan didorong oleh penjualan peralatan informasi dan komunikasi yang stabil. Barang budaya dan rekreasi serta perlengkapan rumah tangga lainnya juga menunjukkan kenaikan. Faktor lain adalah meningkatnya konsumsi masyarakat pada masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Kinerja Penjualan Sebelumnya

Pada November 2025, IPR tahunan tercatat tumbuh 6,3 persen. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 4,3 persen. Kenaikan penjualan sebagian besar ditopang oleh kelompok suku cadang, makanan, minuman, tembakau, serta barang budaya dan rekreasi.

Secara bulanan, penjualan eceran November 2025 tumbuh 1,5 persen. Kenaikan tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan peralatan informasi dan komunikasi. Penjualan bahan bakar kendaraan bermotor dan suku cadang juga menunjukkan pertumbuhan positif.

Faktor Musiman dan Konsumsi

Lonjakan penjualan pada Desember 2025 juga dipengaruhi oleh pola konsumsi musiman. Masyarakat cenderung meningkatkan pengeluaran menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Permintaan meningkat terutama pada kelompok barang kebutuhan pokok dan rekreasi.

Kenaikan permintaan barang konsumsi menandai adaptasi masyarakat terhadap situasi ekonomi saat itu. Penjualan eceran mencerminkan respons positif konsumen terhadap musim libur. Sementara itu, sektor peralatan rumah tangga juga mengalami peningkatan yang signifikan.

Ekspektasi Harga dan Inflasi

Dari sisi harga, tekanan inflasi diperkirakan meningkat dalam tiga bulan ke depan. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Februari 2026 tercatat sebesar 168,6. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 163,2, seiring ekspektasi kenaikan harga menjelang Ramadan.

Sementara itu, tekanan inflasi enam bulan ke depan diproyeksikan menurun. IEH Mei 2026 tercatat sebesar 154,5, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 161,7. Penurunan ini menunjukkan ekspektasi harga stabil dalam jangka menengah.

Proyeksi

Secara keseluruhan, penjualan eceran pada Desember 2025 menunjukkan pertumbuhan yang sehat. Lonjakan konsumsi didorong oleh permintaan musiman dan kinerja positif kelompok barang utama. Proyeksi ini menegaskan bahwa sektor ritel masih mampu menjaga pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Terkini